Tuesday, June 30, 2020

Yang Tak Terbatas Pemaklumannya



Barangkali, sebagianmu masih satu suara, berpikir bahwa sebuah pencapaian adalah apa-apa yang nampak oleh mata, tentang mimpi-mimpi yang jadi nyata. Dari tiada menjadi ada, dari tak dikenal menjadi ternama, dari bawah hingga jadi juara. Sibuk berkembang diri dan meninggi. Hingga sebagian energi habis karena merisaukan perkara-perkara yang tak punya terminal henti.





Sementara gagal, banyak sekali interpretasinya. Masih melajang saat usia dua puluh lima, telah 'melahirkan' banyak hal tapi tak bisa ikut berkontribusi menambah jumlah angka manusia, memilih tak bekerja layaknya mereka di luar sana, tak ikut dalam circle orang-orang yang dianggap penting di dunia nyata.


Manusia seolah dipaksa berkompetisi, menggapai dan memamerkan sesuatu, sampai-sampai jadi candu apresiasi.


Sebetulnya, tak salah memberi kaki pada mimpi, tak salah menjejaki mimpi sesuai inginnya hati. Yang salah adalah ketika manusia kehilangan keyakinan dan kebaikan saat tak hidup dalam keberlebihan.


Kalo sudah begini, jangan-jangan lupa lega hati itu apa.

Wednesday, January 22, 2020

Keyakinan-keyakinan yang Tak Perlu Dikomersilkan


Beberapa waktu lalu, kami mengisi tangki bahan bakar mobil kami yang sudah mendekati 'garis' finish. Pada saat membayar sejumlah uang, entah kenapa mendadak saya agak memikirkan 'nilai' rupiah yang kami bayarkan. Uang seratus lima puluh ribu hanya menaikkan dua strip penunjuk BBM di speedometer ! Padahal beberapa tahun lalu, dengan jumlah uang yang sama, bisa digunakan untuk mengisi lebih dari itu.


Begitu cepatnya inflasi berjalan. Begitu banyak hal berubah, cepat atau lambat. Pelaku usaha makanan yang paling rentan menaikkan harga. Salah satu penjual di kedai makan langganan saya bahkan sempat berbisik : "Ayam gorengnya naik seribu, apa-apa serba naik". Cukup lega karena harganya masih masuk akal untuk para pekerja bangunan yang sering makan di kedai tersebut.


Sebab saya cukup yakin -makanan maupun bahan bakar- walaupun harganya selangit, tak akan pernah sepi, asal tetap menjanjikan 'kenikmatan' !




Friday, January 10, 2020

Menuju Tahun Ke Lima


Pernah nyaris tenggelam. Ombak hampir saja berkali-kali membalikkan kapal kecil kami dan mempersilakannya menenggelamkan hidup kami hingga karam. Tapi, kami bertahan. Berenang dalam ketidak-pastian akan datangnya pertolongan. Menggapai apapun sebisanya. Menggenggam papan kayu terdekat. Berpegangan. Bernafas walau tersengal-sengal. Bersama, berdua.

Dan kini bertiga....



Sunday, July 14, 2019

Cetaphil Moisturizing Lotion for Face and Body


Ritual mandi selalu jadi aktivitas sederhana untuk melepas lelah yang menyenangkan. Kalo akhir pekan gini, biasa banget mandi tiga sampai empat kali sehari setelah urusan domestik di rumah kelar.


Apalagi saat cuaca panas, kamar yang dilengkapi dengan penyejuk udara (AC) hwaaahhh ibarat surga dunia yang nggak bisa ditawar lagi. Tapi, sejuknya AC membuat ku tanpa sadar jadi sering lupa minum. Efeknya berasa banget. Kulit yang basically kadar lembabnya minim jadi cenderung makin kering.




Thursday, June 13, 2019

Habis Lebaran, Terbitlah Manusia-Manusia Lebar-an


Lebarannya memang sudah habis, gaes. Aroma gurih yang menyeruak dari kepulan asap kuah kaldu bakso, puding buah dan cake ala Holland Bakery, keragaman kue kering khas lebaran macam nastar, kastengel, dan kawan-kawan yang kemarin menghiasi meja tamu rumah ayah, serta minuman kaleng yang tersusun rapi di lemari pendingin, sudah mulai hilang dari peredaran. Acara cipika cipiki serta percakapan basa basi ala "hay apa kabar ?" atau "sehat kak ?" atau "kok gendutan !" ke saudara yang jarang bertemu, juga sudah mulai hilang euforia-nya.


Tapi, soal kenaikan berat badan pasca lebaran yang tak kunjung hilang, mari kita diskusikan sekarang.