Showing posts with label Passion & Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Passion & Lifestyle. Show all posts

Sunday, July 26, 2026

Kisah Memotret Makanan

 

Belum terlalu jauh mengenal tetapi selalu ingin terus mencoba...


Barangkali, inilah kalimat paling tepat yang menggambarkan gimana (sejak jaman di Surabaya dulu) saya mulai tertarik memotret sebagai salah satu kesenangan yang menemani hari-hari, khususnya memotret makanan. Diingat-ingat, karena lagi senang-senangnya motret kala itu, saya sering bepergian seorang diri, nongkrong di kafe estetik dan memesan menu yang 'estetik' untuk saya foto.


Tapi, jangan berlebihan bayanginnya. I'm not representable enough to show off my photographic work. Ya Allah, latihannya juga masih maju mundur syantik, hihihiii. Motret seadanya, belum paham penataan apalagi teknik, masih harus rajin berlatih lagi.


Nggak ada tips yang gimana-gimana layaknya profesional. Ini murni hasil berlatih mandiri dengan cara-cara sederhana. Latihan juga seringnya tergantung mood, ya. Karena, jujur, saya hanya ingin memotret makanan dengan bahagia sebagaimana saya bahagia saat makan makanan favorit saya 😁


Lontong Opor, Bolu Pisang Nangka, Brownies, Roti Piz Ketan, Roti Pisang, Pudding Roti


Untuk tool, sampai sekarang saya masih motret mandiri menggunakan smartphone lawas. Sementara untuk properti, saya sudah upgrade menggunakan meja dapur kinclong berwarna putih berbahan granit dan berukuran cukup besar. Properti pendukungnya juga sebetulnya nggak banyak dan hanya mengandalkan barang-barang perdapuran yang sudah ada, seperti toples tupperware wadah kopi dengan warna bright, piring motif dan teko listrik berwarna calm yang cute banget itu. Tapi yang pasti, properti pendukung ini harus selalu dalam keadaan clean. 


Saya suka menata ornamen sebelum mulai memotret. Bagi saya, rapi itu menyenangkan dan melegakan. Apalagi bisa sering motret beragam obyek, cukup menantang. Tapi, jujur, saya lebih percaya diri memotret makanan-makanan favorit. Karena saya lebih nyaman mengandalkan cahaya matahari pagi sebagai sumber cahaya, itulah mengapa saya lebih suka memotret dipagi hari. Hasil dari memotret dipagi hari dengan ornamen-ornamen pendukung ini (in my opinion) cukup membuat tangkapan layar smartphone lawas saya lebih apik. 


Belajar posisi motret juga bermodal intuisi saja. Masih jauh dari sempurna. Hasil fotonya juga belum bisa fokus. Sehingga, untuk komposisi cahaya dan hasil foto yang lebih estetik, saya menggunakan bantuan Canva.


Ehm... satu yang pasti, semakin rajin latihan, jadi merasa sense of art semakin terasah juga. Perlahan seperti jadi menemukan sendiri trik yang apik untuk how to take better and look better in pictures. 



By the way, saya suka memotret keseluruhan obyek dari atas seperti ini






Atau memotret dari sisi sudut seperti ini







Color makes this food look photogenic


Friday, May 1, 2026

Supporting Muslim Halal Store | Sebuah Langkah Kecil 'Muslim Support Muslim'

 

Assalamuallaikum warohmatullahi wabarokatu, sister fillah...

Senang ya bertemu tanggal merah dihari Jumat. Vibes-nya beda aja gitu, xixixi. Oh ya, liburannya pada kemana, nih ? 😉




Pagi tadi, kami berbelanja cemilan anak-anak dan beberapa kebutuhan rumah yang kebetulan memang sudah habis. Karena biasanya kami belanja untuk kebutuhan satu bulan langsung, belanja dalam jumlah banyak, kami suka belanja di store yang menawarkan harga grosir dan banyak promo-promo khusus, eheee. Sebetulnya ada store yang lebih dekat dengan rumah, tapi gapapa deh belanjanya jauhan dikit, karena biasanya sekalian main ke rumah mertua. Ehm, walaupun sebenarnya ini bukan hanya tentang belanja.




Mereka sudah bestie-an banget sama Goro Assalaam sedari kecil


Fruit & Vegetables area. Spot favorite Diba Dipo





Spot favorit bapak-bapak


Beberapa tahun belakangan, kami memahami sebuah pelaksanaan Syariat Islam bahwa sesederhana belanja pun juga butuh ilmu. Tentang hak pembeli dan penjual. Tentang tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Tentang keluarga muslim yang memiliki keutamaan untuk berbelanja kepada sesama muslim ketika mereka memiliki pilihan dan kelonggaran. Bermuamalah di tempat-tempat yang hanya menjual kebutuhan maupun makanan-makanan halal dan menjaga diri dari memasarkan sesuatu yang haram. Berbekal ilmu yang masih sedikit ini, kami mencoba untuk pelan-pelan mengupayakannya.


Seperti bulan-bulan biasanya, kami berbelanja di Goro Assalaam Hypermarket. One of my happy place. Aku suka calm ambience-nya. Memasuki gerbang, kita akan disuguhkan dengan pemandangan parkiran yang luas dan nyaman, entah bagaimana kalau melihat area yang luas bikin bernafas dan bergerak jadi terasa lebih plooong aja gitu. Toiletnya bersih, berada dibagian depan sisi kiri supermarket di dalam bangunan yang sama. 


Ada beberapa toko dan tenan yang menjual gamis-gamis cantik, abaya, dan pakaian-pakaian muslim (anyway... beberapa kali lebaran aku memakai gamis mereka). Penataan display-nya rapi sehingga barang mudah dicari. Ada tenan khusus yang menjual obat-obatan herbal dan madu juga beberapa tenan yang menjual buku-buku Islami. Ada arena bermain anak juga. Beberapa bulan belakangan, mereka punya semacam toko roti sendiri ❤


Goro Assalaam Hypermarket








Sebagai Muslim Halal Store, mereka sudah pasti tidak menjual makanan non halal apalagi minuman beralkohol. Kaleeem... ada pujasera di dalam supermarketnya, ada banyak pilihan makanan, kita bisa mampir isi perut dulu sebelum mutar-mutar belanja. Oh ya, jangan lupa Kartu Member PAS-nya dibawa ketika belanja ya, Sis. Dengan kartu 'ajaib' ini, pelanggan bisa dapat reward point yang kalau udah terkumpul banyak bisa ditukarkan dengan hadiah cantik dibagian informasi. Saya paling sering dapat voucher belanja dan biasanya saat itu juga saya langsung gercep belanjakan kembali, mumpung masih 'fresh' 😁


Bakery Goro Assalaam


Line kasirnya banyak. Ada pramuniaga laki-laki dan perempuan. Pramuniaga perempuan semuanya memakai hijab, tak ada wajah jutek apalagi respon judes. Yang bikin betah, tidak ada alunan musik berlebihan. Selama bertahun-tahun belanja di sini, seramai apapun momennya, khususnya menjelang lebaran, belum pernah sampai berdesak-desakan. Ada beberapa kursi panjang yang disediakan untuk menunggu atau beristirahat sejenak. By the way, saya belum pernah bertemu sekalipun dengan customer yang berpakaian serba irit di sini, eheee. Jadi, pandangan terjaga mandali, insya Allah 😊




Di area depan supermarket & di dekat area parkir, ada tenan-tenan kecil memanjang yang menjual berbagai macam snack dan minuman. Habis belanja, mampir jajan di sini juga asik.


Yang membuat supermarket ini berbeda dan istimewa, mereka juga mengupayakan dan menjaga syiar-syiar Islam. Ada sebuah Masjid besar yang 'hidup, Masjid Ibadurrohman namanya. Berada dalam satu kompleks dengan supermarket, yang mana masjid ini aktif melaksanakan sholat berjamaah agar kita-kita yang sedang berbelanja di sini pun tetap bisa menjaga waktu sholat. Masjid ini juga aktif mengadakan kajian, semoga someday bisa join. Sisterfillah nggak usah khawatir, kalau butuh uang tunai, ada fasilitas ATM di area dekat Masjid. Ada beberapa warung makanan dan pujasera juga, barangkali jamaah laper, eheee. Mereka juga seringkali mengadakan event ; ada event talk show, event mewarnai untuk anak-anak, event bazar dan event tahunan paling spektakuler yang hadiah utamanya umroh, Siiisss. Masya Allah ❤


Ya. Inilah upaya dan langkah kecil kami. Berbelanja di Muslim Halal Store, Goro Assalaam Hypermarket. Supermarket halal dengan vibes modern ❤


Dengan berbelanja pada pedagang muslim atau berbelanja di Muslim Halal Store (baik store besar atau kecil), harapannya, kita bisa mendukung sesama Muslim untuk dapat menunaikan kewajiban membayar zakat. Sebentuk upaya saling mendukung dan saling menjaga sesama muslim dari 'kekurangan' yang bisa melemahkan hati, jiwa dan raga.


Sebab, logikanya begini. Semakin besar keuntungan yang diterima oleh seorang pedagang muslim atau sebuah Muslim Store, semakin banyak 'harta' yang dimilikinya, maka akan semakin mudah beramal, maka akan semakin besar juga zakat yang akan mereka bayarkan. Yang mana, zakat tersebut akan sangat membantu saudara-saudara muslim kita lainnya yang berhak menerima zakat. Ibarat kata nih ya, semakin lo kaya, (semestinya) kekayaan lo akan semakin membawa maslahat bagi muslim lainnya. Untuk pengembangan dakwah, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan pegawai dan kebaikan-kebaikan lainnya.


Apakah harus belanja ke store atau supermarket ? Nggak harus, kok. Berbelanja pada pedagang Muslim kecil yang kita kenal justru lebih diutamakan. Kalau barang yang kita cari nggak ada di sini bagaimana ? Yaaa silakan untuk cari di tempat lain. Tapi, Goro Assalaam lengkap bangeeet, apa aja ada. 


Apakah Muslim Support Muslim harus dengan cara berbelanja ? Enggak harus, yaa. Banyak sekali jalannya. Kita hanya diminta untuk bertakwa sesuai kesanggupan. Let's turn Taqwa into Action ~



For More Info, Visit Their :

Website : assalaammarket.com

Instagram : assalaamhypermarket

Thursday, December 25, 2025

Jejak Warna dan Karya dari Sekepal Tangan Kecil

 

She really love to draw and coloring since she was very little. Until her mom realize, it's not just drawing and coloring. She decide what kind of life she want to live. Everything she draw and color, she doing it only for herself. Because the creative process itself enough to makes her happy 😊


Banyak hal baru dialaminya setiap hari, beberapa di antaranya menjadi sesuatu yang sangat ia sukai ❤


Hasil Karya Kombinasi Warna (1st Grade Student of SDIT Fatahillah)


Alat warna khusus belajar di rumah



Awalnya, saya mengira dia sama seperti anak-anak lain yang memulai dunianya dengan gambar dan warna. Si anak kicik ini suka mengambil sendiri buku gambar, pensil dan crayon yang saya letakkan di tas kecilnya. Sengaja saya kumpulkan menjadi satu di dalam tas kecil agar ia lebih mudah mengambilnya sendiri. Dia sering minta digambarkan sesuatu untuk kemudian ia beri warna. Karena makin lama gambar yang dia minta semakin sulit untuk saya gambar manual, tapi saya nggak kehabisan ide untuk mencetaknya di atas kertas putih 😁



Masih bisa gambar manual 😁


Lalu, saya mulai menyadari kegemarannya menggambar dan mewarnai ketika usianya 2,5 tahun. Belum, dia belum sekolah kala itu. Sejak saat itu, hampir setiap minggu, kami punya kegiatan baru : berbelanja alat gambar dan alat warna untuknya. 


Kanvas pertamanya adalah colouring book. Setiap hari dia belajar mewarnai. Semakin lama dia mulai mengerti kalau penggunaan dan cara memperlakukan crayon, pensil warna dan cat air itu berbeda. Mulai dari satu warna, dia mulai memahami kalau sebuah gambar bisa menjadi lebih cantik dengan mencampur warna. Yang awalnya masih kotor, kini hasil mewarnainya semakin bersih dan rapi.


Yang awalnya dia coba menggambar garis lurus tanpa penggaris, lama-lama dia mulai bisa meniru gambar. Dia mulai dari menggambar bentuk bangun ; segitiga, persegi, lingkaran. Kemudian dia menggambar dari hal-hal yang ditangkap oleh matanya, gambar-gambar sederhana ala anak kecil saja. Semakin ke sini dia mulai semakin pede membuat gambar dari imajinasi dan goresan tangan kecilnya sendiri. 


Awal Mula Mewarnai (masih berantakan 😂)


TK A mulai meniru gambar dan mewarnai sedikit lebih rapi


Video Proses Menggambar dan Karyanya yang lain ada di Instagram, ya 😉



Sebuah Visual dan Cerita di Baliknya (In Frame : Vespa Ayahnya)


Eksperimen Kombinasi Warna Primer (Part 2)


Eksperimen Kombinasi Warna Primer (Part 3)


Entah mengapa, setiap kebosanannya berakhir jadi sebuah gambar dan warna. Corat coret walau hanya 10 menit. Kalau tak diingatkan untuk istirahat, lengah dikit, sudah penuh saja buku gambarnya. Buku tulis sekolahnya pun penuh dengan gambar 😁 Apalagi di sekolahnya sekarang, ada mata pelajaran 'project' yang diisi khusus dengan kegiatan menggambar dan mewarnai yang hasilnya selalu dibawa pulang dan dia simpan rapi (too much kalau semua harus di post di sini). Studying while relaxing. Saya bilang ini program yang keren banget. Because relaxing could helps student learn better 😉


Terlalu jumawa kalau saya bilang dia berbakat. She's just 1st grade of primary school's student. Belum pernah ikut kompetisi apapun. Tapi, saya tau dia punya kemampuan itu dan dia yakin practice makes perfect. Dan itu yang selalu konsisten dia upayakan. Yang paling penting, dia happy dan sangat mencintai karyanya, sesederhana apapun hasilnya. 


Happy practice always, Faradiba ❤

Saturday, December 6, 2025

Mencintai dan Mempertahankan yang Nyaris Hilang

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Jumat 15 Jumadil Akhir 1447 Hijriah, menjadi penanda selesainya pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester satu di sekolah Diba. Ada perasaan lega bercampur haru. Rasa-rasanya baru kemarin dia belajar di Al-A'raaf dan sekarang sudah berjalan satu semester di Fatahillah.


Melihatnya setiap hari bertumbuh menjadi pribadi yang berbeda yang insya Allah semakin baik. Dia yang memulai semuanya dengan penuh keyakinan dan dalam perjalanannya berusaha menempa diri dengan keikhlasan. Sebab, keraguan bukan milik mereka yang bersungguh-sungguh atas apa yang dicintainya.




... Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang nyata. Dengan kitab itulah, Allah membimbing orang-orang yang mengikuti keridhoan-Nya ke jalan-jalan keselamatan, mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan izin-Nya dan kembali pada jalan yang lurus (QS. Al-Maidah ayat 15-16)



Sejak mulai belajar di sekolah dasar, nampaknya ia cukup tertarik dengan pelajaran berhitung. Entah apa yang mengusiknya, ia selalu menuntaskan rasa penasarannya sepulang sekolah. Ia buka kembali bukunya, dia ambil pensilnya sambil dia mainkan jari-jarinya. Tak terlihat seperti beban, biasa saja. Barangkali, baginya matematika itu asyik. Sama seperti menggambar dan mewarnai yang biasa dia lakukan kala mengisi waktu luang.


Tapi, satu hal yang paling membahagiakan dan membuat haru sejadi-jadinya adalah ia tak pernah melupakan hafalannya. Bahkan, tanpa sadar, hafalan itu kerap kali keluar sendiri dari mulutnya. Rasanya penuh syukur sebab ia berada di lingkungan sekolah yang kondusif serta di kelilingi oleh pengampu, ustad ustadzah dan teman-teman dengan tujuan yang sama ; belajar ilmu Dien dan menghafal Kitabullah. 


Alhamdulillah ini adalah tahun ketiganya. Tahun pertama di sekolah dasar dan sekolah memulainya kembali dari awal. Dia seseorang yang cepat mengingat tapi suka tak percaya diri memulai. Surah Al-Fajr', misalnya. Sebetulnya dia sudah hafal dan masih hafal, tapi tetap harus diberi clue awalan untuk memulainya. Dia justru lebih mudah menghafal surah yang jumlah ayatnya sedikit meski bacaan per-ayatnya panjang seperti Al-Bayyinah. Sementara untuk murojaah, dia seperti membuat 'metode'nya sendiri. Dia suka mengulang hafalannya dari surah-surah yang dibacakan oleh ustad ketika berjamaah Magrib dan Isya di masjid (beliau kerap menggunakan surah-surah Wasath Mufhasal). Sebuah 'metode' anak kecil yang baginya menyenangkan dan memudahkan. Dan semester satu ini selesai di surah Al-Ghosyiyah ❤


Tetapi, ia tetaplah anak manis dengan dunianya, ia tetaplah perempuan kecil biasa. Ia tak bisa murojaah sendirian, tak bisa mutqin sendirian, tak bisa istiqomah sendirian. Ada kalanya fokusnya terganggu, keadaan hatinya porak poranda, semangatnya meredup, moodnya terjun payung sampai mara-mara sendiri. Terkadang ia juga kepayahan sebab mengulang ayat berkali-kali tapi tak kunjung lekat dalam ingatan. Mempertahankan yang nyaris hilang. Patah hatinya nembuuuus sekali. Maka, akan selalu menjadi tugas orang-orang terdekatnya untuk terus mendampinginya, menguatkannya, mengevaluasi, ikut menghafal bersamanya dan mendukungnya habis-habisan. Agar ia selalu kembali kepada ayat-ayat Allah dan tetap merasakan nikmat hafalan itu dalam hatinya. 


(Baca Juga Kisahnya : Memulai Perjalanan Menghafal)


Tetapi, ini bukan hanya tentang menghafal. Melainkan juga upayanya untuk jatuh cinta berkali-kali dan mencintai dengan kesungguhan hati. Mengimani, memuliakan serta menjaga ayat-ayat suci Al-Qur'an


Dia tak terlahir dari keluarga penghafal Al-Qur'an. Meski saat ini ia memiliki pencapaian sebab karunia Allah, namun jangan bayangkan pula ia seseorang dengan hafalan yang banyak. Ia masih jauh dari kata itu dan banyak yang jauh lebih baik darinya. Tapi, alhamdulillah, semakin ke sini semakin baik. 


Jika ada satu anggota keluarga yang kelak akan menjadi syafaat bagi kedua orang tua dan keluarganya, mudah-mudahan orang itu adalah dia. Dia yang akan menjadi kebanggaan di hadapan Allah Ta'ala yang kelak kembali pulang kepada Rabb-nya dengan bangga pula. 


Semoga Allah jaga selalu hafalannya, Allah jaga akhlaknya, Allah jaga ibadahnya, Allah ridhoi upayanya untuk menjadi bagian dari orang-orang yang menghafal dan menjaga Al-Qur'an. Laa Hawlaa Walla Quwwatta Illaa Billah ~

Tuesday, November 18, 2025

Gelap Terang Dunia Akademisi | POV Biasa dari Istri Seorang Pengajar

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Hallo, istri dari bapak Arif di sini 😊


Seperti ini kegiatan suami yang bisa terpantau oleh kacamata saya...



❤  Bangun dan mandi. Lalu bikin kopi setelah pulang dari masjid. Sambil minum kopi, buka whatsapp untuk ngecek ada pesan dari mahasiswa dan rekan kerja atau tidak. Balas-balas pesan kalau ada yang perlu dibalas

❤   Ngecek jadwal kuliah

❤   Berangkat ke kampus & ngajar tentunyaaa

❤  Sebagai PA, dia memberi pendampingan ke mahasiswa untuk menyusun rencana studi & memilih mata kuliah, membuka konsul berkala dengan mahasiswa, memberi pengarahan kalau mahasiswa mengalami kendala dalam proses perkuliahan

❤  Sebagai pembimbing dan penguji ya tugasnya mengoreksi proposal atau tugas akhir, mendampingi mahasiswa seminar atau sidang, nguji seminar atau sidang 

❤   Penelitian sepertinya lebih sering mengerjakan berkelompok dengan tim riset yaaa

❤  Pengabdian pada masyarakat. Berupaya ikut memberi kontribusi bagi masyarakat dengan menerapkan ilmu untuk solusi masalah di lingkungan mereka 

❤   Ikut pelatihan, seminar dan sertifikasi 

❤   Bertemu dengan akademisi yang berkunjung ke kampus

❤  Belajar tipis-tipis. Ya donk, pengajar bukan dewa. Dia tetap perlu update materi, apalagi untuk ngajar kelas RPL 😁

❤   Update bahan ajar dan atau kirim bahan kuliah ke mahasiswa

❤   Tugas-tugas lain yang terkait dengan amanah jabatan di kampus


Saya tau dia sibuk dan lelah. Anak-anak juga tau ayahnya bekerja untuk mereka. Tapi, menurut saya, orang paling sibuk justru ialah orang-orang yang diberi kemampuan lebih untuk mengatur waktu luangnya


❤   Scroll medsos untuk lihat video-video komedi 😁 atau video pengembangan diri 😎

❤   Quality time di rumah ortu atau di rumah mertua

❤   Berkegiatan yang berkaitan dengan hobi sambil full recharge energy di rumah saja kala weekend 

❤   Tetap ngeronda, rapat RT, kerja bakti, pengajian atau kegiatan lain bapak-bapak di perumahan 

❤   Di momen tertentu, hangout bareng rekan seprofesi seperjuangan, bersama anak istri

❤   Muter-muter naik vespa sama anaknya sambil jajan tipis-tipis (ini selalu, tidak pernah tidak)

❤   Olahraga tipis-tipis 

❤ Deep talk with his queen : ngobrolin tentang perkembangan anak-anak, ngobrolin kegiatan di kampus, ngobrolin kerandoman tingkah mahasiswa, ngobrolin kebijakan pemerintah terkait pendidikan, ngobrolin iklim akademik yang sehat, ngobrolin perkembangan teknologi sampai review kajian

❤  Tak lupa mengambil jeda untuk diri sendiri


Kami selalu punya waktu untuk ‘sendiri’ meski sedang sama-sama berada di rumah. Terkadang, silent moment adalah salah satu cara kami untuk saling menghargai ketenangan diri masing-masing


Tak ada yang berlebihan. Tak juga banyak menunjukkan bagaimana kesibukannya. Tak membawa pulang lelahnya. Walau barangkali banyak sekali hal-hal berat dalam kepala yang ia pilih untuk disimpan sendiri. Menantang, gelap terang penuh warna warni. Sebab, ia juga manusia biasa terlepas apapun persepsi publik tentangnya.


Semoga ia selalu kuat menjadikan Allah Ta'ala satu-satunya cahaya yang mengatur hidupnya, memantapkan tujuannya, memberi pemahaman kepadanya juga menenangkan qolbunya.


Laa hawlaa walla quwwatta illa billah ~



Saturday, October 18, 2025

Modesty Inside and Out


In the mid of 2003, I had a choice in the first place. I decided to wear hijab in the first year of high school. And being a part of minority was so challenging at that time. Until I had a moment of doubt. But, the interesting and coincidence part was my daily school uniform 'support' my personal decision to wear hijab, Masya Allah. At that time, I feel like the universe bless my decision.


At that moment, I just feel good and enough when dress in casual. I played it mostly safe with long-sleeve blouse and dark jeans because I just learned to fit in.




Year after year, I realized, dress nicely is more than just feel good and look good. It's about finding personal sense of comfort and dress respectably. 


It started when I'm studying currently in university nineteen years ago. Since the first-year students, I would love to get involved in Muslim Student Association in college and join an Islamic club, for some reason. Strengthen my faith, finding calm in the storm of busyness, and connecting with my new circle. A new friend. A gorgeous woman with a beautiful soul. She's a Hafidzah. Proactive in Islamic organization and Student Executive Board (BEM). Her student number were below to me, so we often be a teamwork in a practicum project on the first level. LPDP awardee, graduate with Ph.D in Scotland & now she's a lecturer in our university. Her horizontal and vertical relationship so impressive. She's inspire me in so many ways, Masya Allah. A woman who dress modesty with long hijab and enjoying simple dress everyday with longer garments from the first day I met her. She represent modesty inside and out. Hafidzahullah. Hay Zen, I miss you.


A Letter that She Wrote to Me


Over time, I began exploring a lot about my comfort. How dress should work for me, how I want to present myself and finally finding my comfort of style. Alhamdulillah. As the time goes by, I realized, my effort to beautify myself shouldn't be limited only about the dress I wear.


More than that, it's about beautify inside of me...


The way I'm thinking, the way I'm speaking, the way I give a reaction, the way I grow my relationship with Allah, how to be a good Muslim, how to increase the knowledge, how to maintain health, how to spread positive energy, how to contribute at society, how to stay down to earth. Self respect & spiritual awareness. Modesty inside and out.


It's a part of Faith ~


Dear Me, twenty two years and forever, I will always try to Fix you ~

Monday, November 11, 2024

Rediscovering Sisterhood. Let's Go Higher and Deeper ~

 

My Dear Gorgeous Sister...


~ Bestie ~


~ Sister Fillah until Jannah ~



Thank you for coming into my life. I choose you and thank you for choosing me too. No, no, not because we often meet and connected. Not because our life partner is a workmate. Not because we always agree on everything. Not because we have the same opinion or personalities. But because our interests allow us to forge bond based on something much more deeper. I want all of you, be a paragraph in my life's stories I want to be remembered. To see the world on similar lenses. 



I remember the moment when we first met at an Iftaar gathering event on the last week of March. The moment we reconnect in the second met at Segoro Gunung on September. It's really a bonding experience. Of course we immediately clicked over our shared profession as a wife, lol. From the little seeds and then blossom. Naturally gravitates toward you for some reasons that I can’t explain. Share things in real life. Even the real profession of our lives looked pretty different :


Mbak Yaya, a lovable lecturer, four years younger than me. Mbak Chekly, a cheerful candidate for head of village, two years younger than me. Mbak Nisa, a bright spark teacher, three years older than me. And me... a little poetristic housewife.


We came from different level of age, but all of you and I both were appropriate


I know for real, it takes a lot of times to built strong bond and not always easy to make friends in adulthood. It's difficult to grow with some people if we're both growing in opposite paths. But I often hear that we will be friends with those whom our souls recognize. And I just want a friend who support me on my relationship with Allah. True friends that love and remind each others of Allah SWT. 



~ Little Miracle that Allah SWT Puts in My Life ~






Alhamdulillah ! We achieved the seemingly unachievable. We've learned how to stay close. Trying to understand each other's perspective and known on deeper level. Feel joy and comfort in each other's talk. Express our deepest thoughts. Making some plans into action. I see the full effort all of you put in. The kindness that you show me in a warm ways. Set out to meet, look out for each other, to listen and see where it goes in a simple-beautiful ways.


Sometimes, all woman needs is an ear to listen. We did it. But, you know, more than that, I'm grateful our values are aligned : Tawakkul as copying mechanism in friendship. Truly believe that the ones worth keeping around are those who makes us to be a better Muslim and human being. I can find parts of myself and still have fun with you. And the most important thing, it isn't just one-sided thing :)


Maybe... Someday... We're not made for deep conversations. We're making mistakes and heartbreaks. Unawareness or self-centerness at times. But, I always hope we learn from those experience, talk about it well, practice forgiveness and grow as a person.



Ya Allah... Anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu {Ibnu Umar}



With you... My girls who I cherish and admire. My girls who loves me for the same reason. My girls who value me for who I am. I love you for the sake of Allah ~


Wednesday, November 6, 2024

Main ke Alam Segoro Gunung Karanganyar

 

Pergi ke alam, walaupun sebentar, ternyata cukup ampuh menjadi terapi untuk menenangkan diri dari berbagai kesibukan tanpa jeda. Keinginan itu akhirnya terpenuhi sebulan lalu ketika kami berplesir ke kediaman salah satu teman di Desa Segoro Gunung, Karanganyar.


Segoro Gunung


Kami sampai ketika waktu menunjukkan pukul sebelas lebih, hampir mendekati Dhuhur. Ajaibnya, udara masih terasa sejuk dan segar. Tak ada bising motor kebut-kebutan. Aku sempat berkeliling sebentar. Suasananya mirip-mirip dengan desa tempat tinggal ayah selepas pensiun. Lingkungannya terasa hidup, hijau-hijau sejauh mata memandang. Vibes-nya seperti game Harvest Moon. Sebagai orang yang dikit-dikit gobyosan, di sini aku merasa bisa bernafas dan bergerak dengan lebih leluasa.






Lihat hamparan langit di belakang atas kita ~






Orang-orang di Desa Segoro Gunung, rupanya terbiasa menghadirkan makanan sehari-hari dari bahan mentah yang dihasilkan sendiri dengan bercocok tanam atau berkebun di pekarangan rumah. Ada pula yang bertani bersama kelompok lain. Pagi-pagi sekali, mereka sudah berangkat dengan membawa bekal. Karena berada pada dataran tinggi, sayur mayur bertumbuh baik di sini. Beberapa hasilnya seperti kentang, tomat, wortel, kubis, kol, buncis, sawi, daun bawang dan lainnya, mereka sulap menjadi menu makanan untuk disantap bareng keluarga. Sangking berlimpahnya, boleh ku tebak, mereka tak mungkin mengalami defisit bahan makanan. 


Terlepas dari problematika yang mereka hadapi yang barangkali aku tidak tahu, bagiku, merekalah garda terdepan pelestari alam. Sebab, merekalah orang-orang yang hidup berdampingan dengan alam. Merekalah orang-orang yang terlibat langsung dengan produksi bahan makanan kita. Merekalah petani-petani sayur yang survive memanfaatkan lingkungan di sekitarnya. Air alam betul-betul dimanfaatkan untuk mengairi lahan dan menyirami sayur mayurnya. Kalau sedang tidak punya stok sayur, mereka biasa langsung nyuwun ke tetangga. Seperti yang diceritakan oleh ibu teman kami. 


Di sisi kehidupan yang lain, hidup di desa ternyata juga tidak sesederhana isi kepalaku. Waktu si Ibu bercerita soal ini, seketika aku jadi teringat cerita ayah yang sama persis. Hajatan bukanlah perkara sepele. Rangkaian acaranya bisa memakan waktu berhari-hari. Tetangga sudah seperti keluarga sendiri. Jadi, kapan pun tetangga punya acara, kita harus siap jadi sobat rewang. Seperti ketika tetangga depan rumah si ibu punya hajatan. Dan, nyatanya, mereka benar-benar tak keberatan sama sekali untuk itu. Senang-senang saja. 


Tepat setelah Dhuhur, Ibu sudah menyuruh kami masuk rumah untuk makan siang. Sop daging sapi, tempe mendoan, ayam goreng plus sambal dan lalapannya sudah melambai-lambai di depan mata. Tak perlu ditanya lagi bagaimana enaknya. Gasss pwoool. Mau nambah, malu, hwahaha. Feel-nya benar-benar berasa dapat banget sebab tahu semua bahan-bahannya dari hasil kebun yang diolah sendiri.


Pesta Sop Daging & Mendoan ~


Tak hanya bahagiaku yang bertumbuh. Plesiran kali ini juga membuka mataku soal kehidupan petani sayur mayur. Waktu kami berpamitan pulang, beliau sibuk membekali kami dengan seplastik penuh oleh-oleh. Tebak isinya apa ? Iya guys... sayur mayur. Untuk pertama kalinya, plesiran, membawa pulang oleh-oleh hasil bumi.




Semoga, sepanjang tahun, tak ada jeda untuk membiarkan lahan terbengkalai tanpa tanaman sayur mayur yang tumbuh subur, di sini ~

Thursday, June 13, 2019

Habis Lebaran, Terbitlah Manusia-Manusia Lebar-an


Lebarannya memang sudah habis, gaes. Aroma gurih yang menyeruak dari kepulan asap kuah kaldu bakso, puding buah dan cake ala Holland Bakery, keragaman kue kering khas lebaran macam nastar, kastengel, dan kawan-kawan yang kemarin menghiasi meja tamu rumah ayah, serta minuman kaleng yang tersusun rapi di lemari pendingin, sudah mulai hilang dari peredaran. Acara cipika cipiki serta percakapan basa basi ala "hay apa kabar ?" atau "sehat kak ?" atau "kok gendutan !" ke saudara yang jarang bertemu, juga sudah mulai hilang euforia-nya.


Tapi, soal kenaikan berat badan pasca lebaran yang tak kunjung hilang, mari kita diskusikan sekarang.




Tuesday, September 25, 2018

Marrying with an Academics


He wasn't an Academic when he marry me. We met as a best friend long before this quite man decided to make a career of being smart people, lol. I just know, he's incredibly excited about machines. How was I supposed to know he'd being an Academic ? lol...




I've been by his side for every step of the way. I really know what has gone. He stayed in The Energy Conversion lab for more than 3 years. Doing several project at once ; writing papers for international journals - wait the response from his thesis supervisor - revision - write again - revision - write again. Read more - write the thesis script - staying up late at home. We often discuss about his research project and it turned out to be beneficial for me. Even the details may not all be applicable to our daily life (lol) but I'm so interested.


On the weekend, he take an English class. If he have a deal with the English translation, I changed what editors do by becoming a counselor for him, lol. We rarely take the time to simply spend time with those we love. It's really hard for us. But the things that make me proud, in the midst of his busy life, he's always tried to worship together in the mosque. Oh yeah, I'm crying :')








After all those hard years, my understanding of what he does is turned into something that really proud. It's develop a never give up attitude. He tried to be independent and complete his postgraduate by finance all the cost by himself and graduate with very satisfying predicate. He also makes me a stronger partner of life !


Well, teach in large class sometimes drains his energy. His Thermodynamics class has gotten up to 50 students and the students have various types of behavior. To keep his class enjoyable, he just showing PowerPoint slides wisely, random discuss, ask a logical question, and finish it not more than a hour, lol. Because for him, respect and appreciate the student's effort to finish their assignments is more important than the value itself. Energy saving too :))


Well, this is the second years he became a lecturer. I know from his story that most senior lecturer usually have multiple career besides their working life ; from lecturer, assistant chief, head of department, an author, a reviewer, a researcher, car business, and others. But he choose to be a reliable love bird breeder, lol. At least for this time. Yeah, he always 'working' even at home :)


Even this time just entering his second years, he always learning to understand the system at where he works to makes progress in his career. He said, there will be some people who pay attention about his productivity at work, reporting about his performance, and seeing about the relationship between the lecturer, students, lab staff and the people around. Hahahaaa... I know he has trouble with the last one, but he never felt burdened. The important thing when become a lectures is having a positive attitude and be a good listener.


Thumbs up !

Wednesday, April 11, 2018

Invest in Quality Shoes and How to Keep Them Looking Their Best


I don't remember how many times I've heard or read about "good shoes take you to a good place". I swear it's true.


I also loved to read people's personality by their footwear. Every well dressed man and woman should have a well shoes. But like you see, I don't have too many shoes. Because I don't have much money for buying shoes too often and I have shoe fit problem, LOL. I wouldn't buy a pair of shoes that doesn't match with my character and I know it won't last. So I just like to invest in quality shoes that I'll be using them for long time and caring them with my own ways.


And today, I'll share the best advice and simple tips from my personal experience to caring your favorite footwear. Let's check it out :)






Always Clean Immediately After Using

I always make sure my shoes are completely clean and dry before storing to the box. For shoes get dirty easily like Sneakers, I brush the dirty area with toothbrush and little soap until they're clean. After brush, I rinse the shoe with water directly, and dry off. Oh well, in my personal experience, wearing shoes with socks also keeping the insides of shoes from dirt and bad smell. Can you imagine how terrible it gets when you have to take your shoes off on the public place and smell bad ? Ugh !!!


I hate when I walk on a wet sidewalk after rain, it leaves the surface of my shoe soaked. But I usually used baby wipes to clean it in some cases like that, hahaaa. Simple and effortless. For not moist, then I wipe it back with dry wipes. But to prevent shoe damage, I suggest you to clean your shoes based on the type of material.




Keep Your Shoes in Transparent Shoe Box

One of the best way to keep my favorite shoes always looking good is keep them on the right place. Like I said, I don't have too many shoes. But for more easily to maintain my shoes regularly, I divided my shoes in 3 categories : 'everyday wear' shoes, 'special occassion' shoes, and 'rarely used' shoes. Well, each categories have different storage place. 


For easy to pick it up, I loved to put my 'everyday wear' shoes on the shoe cabinet with an open front for good air circulation around my shoes, but I feel difficult to control the dust condition. With that condition, I usually clean my most-used shoes once a month or when my shoes get so dirty.


For my 'special occassion' shoes, I keep them in transparent shoe box which is waterproof and dustproof. Besides to look more presentable, my shoes also unbreakable. Because it has ventilated to give my shoes place to breath. I recommend you to buy it at ACE Hardware store.


And when I've gotten an amazing shoe, I just want to use them properly at once. Just use for a couple of hours. I just keep my 'rarely used' shoe in the original box and I add a few packets of silica gel to




Add a Few Packets of Silica Gel Into The Shoe Box

Actually, we also found the material in tiny packets for free inside the box. It's name Silica Gel. It's need to be there to keep the shoes protected from the growing of mushroom in it. They'll pull the moisture away and make the shoe fresh. But you can buy those little one also at ACE Hardware.




Simple and very easy, right ??? So, there's no reason for us to be lazy to take care of our shoes. You know, a great pair of shoes are like a really good friends for us. Once you find the loved one, you never one to let them broke, you'll keeping them looking their best, and they'll taking you to a good place...

Monday, December 25, 2017

Miniso Haul


Kalian pernah juga nggak sih kayak saya, yang excited dan happy banget waktu nemu barang-barang unik, lucu, dan harganya terjangkau ? Naaahhh... kalau iya, kabar baik nih buat kalian.


Kalian bisa datang dan belanja di store lucu yang satu ini. Sesuai dengan slogannya "high quality and affordable price", store ini berasa surga untuk para perempuan. Barang-barangnya cukup lengkap dan hampir semua barang yang dipamerkan kita butuhkan dalam keseharian. Beauty items, kitchen ware, dining, stationary, household essentials, bathroom essentials, accessories, travel pillow, cute hat and bag. They literally have everything I need. Meski banyak juga barang-barang pemanis yang sebenarnya nggak terlalu kita butuhkan :)