بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bagaimanakah pendidikan terbaik itu ?
Sekolah terbaik seperti apa yang anak-anak kami butuhkan ?
Bertahun-tahun lalu pertanyaan itu terus kami simpan rapi tetapi terus berputar dalam benak saban hari. Pertanyaan yang berulang kali saya tanyakan pada diri sendiri di tengah kejadian demi kejadian, naik turun, manis dan pahit cerita hidup yang Allah tetapkan dalam keluarga kecil kami.
Melewati hari demi hari dengan penuh kekhawatiran sebab pemahaman kami yang sedikit sekali, berharap sepenuhnya pada Allah untuk mempercepat sampainya dan memberikan jawaban terbaiknya.
Setelah bertemu, ngobrol dan mengambil ilmu dari beberapa teman yang sudah teruji betul pengalaman hidup, pengetahuan dan pemahamannya. Allah bukakan pula pemahaman kami dengan hikmah-Nya. Membuat kami pelan-pelan memahami bagaimana memilih sekolah. Sebuah mind mapping :
❤ Sekolah yang memiliki keselarasan visi dengan kami
❤ Sekolah yang mengelola seluruh standart pendidikan di dalamnya dengan profesional, bertanggung jawab dan terbuka untuk evaluasi
❤ Lingkungan sekolah yang menjaga adab, benar dan lurus akidahnya bersama Al-Qur'an dan Sunnah
❤ Sekolah yang mampu menstimulasi pertumbuhan karakter dan akhlak anak-anak
❤ Sekolah yang membantu anak-anak menjaga sholat dan hafalannya
❤ Sekolah yang tetap memberi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan minat dan bakatnya
❤ Sekolah yang mengedepankan 'bimbingan' berbasis empati
❤ Sekolah yang membantu anak-anak tumbuh penuh empati, mandiri dan percaya diri
❤ Sekolah yang tidak jauh dari rumah
❤ Sekolah yang bisa bersinergi dengan kami untuk anak-anak berproses mencintai ke-Islamannya, menyeimbangkan nilai-nilai akademik dan aktualisasi hidup zuhud
Mengapa kami concern sekali dengan aktualisasi hidup zuhud ini ? Sebab, anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka melewati separuh hari aktif di sekolah dan kami berkeyakinan penuh bahwa anak-anak tidak hanya belajar dari buku-buku yang dibacanya dan apa yang mereka ‘lihat’ di rumah, melainkan juga belajar dari apa-apa yang disampaikan oleh guru-gurunya, kebiasaan teman-temannya dan gaya hidup di sekitarnya. Sebuah bekal terbaik bagi anak-anak agar memiliki hati yang selalu merasa cukup. Sebentuk ikhtiar untuk menggapai ketenangan hidup.
(Baca Juga : Mencintai & Mempertahankan yang Nyaris Hilang)
Begitu banyak pilihan hingga pilihan kami mengerucut pada sebuah sekolah :
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Fatahillah
Lalu mengintip kembali sebuah janji Allah :
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar..."
Sudah satu tahun. Alhamdulillah, Dia hadiahkan kepada Diba tempat belajar yang menentramkan dan hangat ukhuwahnya. Sebuah sekolah yang merawat iman tanpa mengorbankan akal. Sekolah yang membatasi keterpaparan pada materialisme. Sekolah yang mana guru-gurunya bukan hanya pengajar, melainkan juga teladan ; dalam akhlak, dalam beribadah, dalam berpakaian. Ustadz dan Ustadzah yang mendidik dengan kisah tauladan. Minim pertemuan rutin dengan sesama wali murid sehingga meminimalisir interaksi yang tidak mendesak (sebagai orang tua, secara personal saya menganggap ini point penting) 😊
Berjalannya waktu, kepercayaan diri dan rasa cinta pada ilmu bertumbuh dalam diri Diba, biidznillah. Bukan hanya Diba yang bertumbuh, melainkan juga kami orang tuanya.
Ini hanyalah sebentuk cerita untuk saling berbagi hikmah. Maka, tetaplah berbaik sangka terhadap skenario hidup dan takdir yang telah Allah tetapkan. Semoga ridho Allah akan selalu beriringan dengan niat dan upaya kami. Semoga Allah Ta'ala ridhoi selalu mereka dalam belajar dan menimba ilmu di SDIT Fatahillah hingga mereka lulus nanti.
Informasi SDIT Fatahillah
Alamat : Carikan, RT.04 RW.04, Sukoharjo, Jawa Tengah
Instagram : sditfatahillah.sukoharjo
.jpg)