April 24, 2019

Membudayakan Liburan


Sebentar lagi adik laki-laki pertama saya, si Bayu akan menikah. Nggak lama lagi ia akan menjadi suami dari seorang Nisaa Febriani. Sesuai kesepakatan, akad nikahnya akan diselenggarakan dihari Sabtu akhir bulan Agustus nanti. Jantung saya (((BERDEGUP KENCANG))) !


Terlebih Bayu. Ia sendiri juga masih was-was karena ijin cutinya belum juga di approve. Padahal 'libur' untuk nikah tuh mestinya udah jadi kebutuhan primer. Tapi jadi terasa 'mewah' karena sulitnya cuti kerja.





Bagi orang-orang yang bekerja dalam tekanan (((SEPERTI ADIK SAYA))), liburan tuh persoalan serius. Mereka butuh penyegaran dari rutinitas yang bersifat 'membunuh' perlahan. Kecuali kalo si boss menghendaki karyawannya bekerja sepanjang waktu.


Sayang sih, ya. Liburan belum jadi budaya kita. Kebutuhan akan libur itu mestinya bisa sejajar dengan kebutuhan primer. Soal bagaimana mau menghabiskan liburannya mah bisa diatur. 


Based on cerita adik saya, dari cerita teman-teman yang kerja di sektor formal, dan sedikit pengalaman pribadi saya sendiri, yang hampir nggak kenal libur, untuk bisa dapat cuti aja tergantung mood si boss, hahaha. Itu pun nggak bisa leluasa menentukan waktu liburnya :(


Jadi, kalo dipikir-pikir, gaji tuh bukan hal paling penting yang jadi barometer saat cari kerja. Penting buat jadi bahan pertimbangan tapi bukan penentu satu-satunya. Ada hak lain yang juga nggak kalah penting yaitu izin cuti untuk liburan :)


Bagus lagi kalo ada trip incentive nya, bwahahahaaa ~


Good Luck ya Bayu, semoga lancar segala urusannya dan berakhir bahagia :)

April 12, 2019

Menerjemahkan Dewasa


Saya punya hubungan yang sangat dekat dengan ayah. Meski udah menikah, ayah nggak pernah absen menelfon saya tiap siang. Ayah adalah 'tempat' pulang paling nyaman untuk saya berbagi cerita. Kalo ceritanya berfaedah, biasanya ayah hanya mendengarkan. Tapi kalo ceritanya unfaedah macam "duh... capek banget aku Yah", selalu begini responnya :


"anak muda jaman sekarang beda ya dengan anak muda jaman dulu, dikit-dikit ngeluh..."

atau

"kalian tuh masih muda, jangan gampang ngomong capek..."


Hwahahahaaa ~


Padahal diusia yang sama, menurut cerita ayah, selepas subuh ia udah bikin sarapan untuk adik-adiknya sebelum berangkat sekolah, nyiapin bahan-bahannya sendiri dan masak sendiri pula. Cuci pakaian, bersihkan rumah, semua betul-betul dikerjakan sendiri. Nggak heran sampai sekarang ayah terbiasa menyelesaikan urusan domestik sendiri. Btw, ayah juga membangun rumahnya sendiri. Mulai dari bikin rancangan, pemilihan bahan, semuanya ia kerjakan sendiri. Padahal ayah sekolah teknik mesin, bukan arsitektur :))






April 1, 2019

Memilih Buku


Dulunya saya punya kebiasaan membeli buku dengan judge by it's cover. Memilih buku kadang membuat galau saya kambuh lebih lama daripada memilih sepatu. Apalagi ketika dadakan melipir ke toko buku dan belum punya pilihan ingin beli buku apa. Akhirnya saya hanya berkeliling, mengintip sekilas beberapa buku, dan memilih buku yang akan saya bawa pulang hanya karena covernya menarik. 


Judul dan covernya eye-catching, sinopsisnya menarik, tapi ketika saya baca ternyata kontennya nggak sesuai dengan ekspektasi saya. Nggak sesuai dengan selera saya. Begitulah, terkadang buku yang saya suka belum tentu buku yang terjual baik di pasaran dan buku yang banyak diperbincangkan orang belum tentu menyenangkan bagi saya. Balik lagi soal selera, sih...




Selain mendorong budaya baca, buat saya media daring berbasis teks selalu jadi andalan ketika akan memutuskan untuk memilih buku. Ada banyak kanal yang bisa dipilih sebagai referensi :


March 27, 2019

Body Mist dari Brand Lokal yang Aromanya Enak Banget !


Kalo ngobrolin tentang wewangian tubuh, saya termasuk picky soal aroma, sebab wewangian tuh sangat mempengaruhi pikiran dan tubuh. Lebih prefer parfum yang unisex, biar bisa dipakai bareng suami (hemat beb, hahaha). Suka aroma soft cenderung floral, citrus, oceanic, atau aroma-aroma baby yang nyaman dihidung. Nggak terlalu suka parfum dengan aroma manis apalagi yang aromanya strong banget.


Nah, salah satu favorit saya dan suami, Jo Malone London English Oak & Hazelnut, yang biasanya cuma kita pakai saat menghadiri acara-acara penting doang dan naruhnya pun bukan di meja rias biar nggak sering-sering dipakai dan biar nggak cepat habis. Laaaah curhat ! Hahahaaa. Next time bakal saya review.


Tapi, yang mau saya review kali ini Eau de Cologne (Body Mist). Yap... untuk daily di rumah, saya cukup pakai Body Mist aja. Memang nggak sewangi parfum dan hanya bertahan sementara, tapi priceable banget. Jadi nggak sayang-sayang amat kalo pengen boros macam nyemprot obat nyamuk.




March 24, 2019

Happier Life After Having a Baby


Ehm... ternyata benar ya punya baby tuh mengubah segalanya. Jadi orang tua baru memberi banyak warna dalam hidup. Banyak hal yang akhirnya juga harus diubah dari konsekuensi 'status' ini. Prioritas, cara pandang, sikap, alokasi waktu, semua harus diatur supaya keseimbangan hidup bahagia tetap terjaga.


Our Little Sunshine


Saya beruntung punya partner hidup yang sangat kooperatif. Saat weekdays ia mengajar disalah satu kampus agar asupan gizi adek Diba dan kebutuhan belanja buku istrinya terpenuhi dengan baik (teteeuuup). Pulang ngajar dan saat weekend ia juga turun tangan langsung untuk ngerjain urusan domestik (cleaning, washing, ironing, shopping for food, dll) tanpa harus dikodein dulu. Cieeee ~