Belum terlalu jauh mengenal tetapi selalu ingin terus mencoba...
Barangkali, inilah kalimat paling tepat yang menggambarkan gimana (sejak jaman di Surabaya dulu) saya mulai tertarik memotret sebagai salah satu kesenangan yang menemani hari-hari, khususnya memotret makanan. Diingat-ingat, karena lagi senang-senangnya motret kala itu, saya sering bepergian seorang diri, nongkrong di kafe estetik dan memesan menu yang 'estetik' untuk saya foto.
Tapi, jangan berlebihan bayanginnya. I'm not representable enough to show off my photographic work. Ya Allah, latihannya juga masih maju mundur syantik, hihihiii. Motret seadanya, belum paham penataan apalagi teknik, masih harus rajin berlatih lagi.
Nggak ada tips yang gimana-gimana layaknya profesional. Ini murni hasil berlatih mandiri dengan cara-cara sederhana. Latihan juga seringnya tergantung mood, ya. Karena, jujur, saya hanya ingin memotret makanan dengan bahagia sebagaimana saya bahagia saat makan makanan favorit saya 😁
| Lontong Opor, Bolu Pisang Nangka, Brownies, Roti Piz Ketan, Roti Pisang, Pudding Roti |
Untuk tool, sampai sekarang saya masih motret mandiri menggunakan smartphone lawas. Sementara untuk properti, saya sudah upgrade menggunakan meja dapur kinclong berwarna putih berbahan granit dan berukuran cukup besar. Properti pendukungnya juga sebetulnya nggak banyak dan hanya mengandalkan barang-barang perdapuran yang sudah ada, seperti toples tupperware wadah kopi dengan warna bright, piring motif dan teko listrik berwarna calm yang cute banget itu. Tapi yang pasti, properti pendukung ini harus selalu dalam keadaan clean.
Saya suka menata ornamen sebelum mulai memotret. Bagi saya, rapi itu menyenangkan dan melegakan. Apalagi bisa sering motret beragam obyek, cukup menantang. Tapi, jujur, saya lebih percaya diri memotret makanan-makanan favorit. Karena saya lebih nyaman mengandalkan cahaya matahari pagi sebagai sumber cahaya, itulah mengapa saya lebih suka memotret dipagi hari. Hasil dari memotret dipagi hari dengan ornamen-ornamen pendukung ini (in my opinion) cukup membuat tangkapan layar smartphone lawas saya lebih apik.
Belajar posisi motret juga bermodal intuisi saja. Masih jauh dari sempurna. Hasil fotonya juga belum bisa fokus. Sehingga, untuk komposisi cahaya dan hasil foto yang lebih estetik, saya menggunakan bantuan Canva.
Ehm... satu yang pasti, semakin rajin latihan, jadi merasa sense of art semakin terasah juga. Perlahan seperti jadi menemukan sendiri trik yang apik untuk how to take better and look better in pictures.
By the way, saya suka memotret keseluruhan obyek dari atas seperti ini
Atau memotret dari sisi sudut seperti ini
| Color makes this food look photogenic |