Thursday, May 16, 2024

Teman Terbaik Bagi Diri Sendiri


Bintang di tangan, oleh-oleh kecil dari Ustadzah sepulang sekolah 



 

Faradiba... anak ayah dan ibu yang teduh hatinya


Diba harus tau. Betul bahwa setiap manusia punya hak untuk hidup dalam kebebasan, nak. Sebab, sebagai manusia, dalam beberapa hal, kita pasti menginginkan kebebasan. Bebas bicara, bebas mengutarakan isi kepala, bebas menampilkan kepingan-kepingan terbaik hidup.


Padahal, yang sering terlupa, kebebasan kita seringkali bersinggungan dengan kebebasan manusia lain.


Maka, belajarlah berani untuk jujur pada diri sendiri, ya. Apa yang membuat Diba nyaman dan tidak. Belajarlah untuk tidak mengusik batasan-batasan yang dibuat manusia lain. Belajarlah untuk mengendalikan diri. Belajar juga untuk terus selaras dengan batasan-batasan yang Diba buat sendiri.


Tak perlu merasa bersalah saat disatu waktu Diba memilih untuk berjalan sendiri. Sebab sendiri tak berarti sepi. Tak mengapa memberi jarak dengan orang-orang tertentu jika itu membuat Diba merasa tenang. Tersimpul boleh tapi jangan sampai terikat mati. Banyak-banyaklah mencipta ruang dan batas. Ruang dan batas yang tidak terlampau keras, tapi juga tidak lemah. Agar Diba lebih banyak mendengar sunyinya kebenaran di hati.  


Jagalah kebebasan Diba dengan batasan-batasan yang selalu menuntun Diba kembali. Agar Diba tetap berani melangkah bersama banyak kebaikan. Agar Diba tetap nyaman melihat dan mendengar riuh hidup manusia lain, tapi Diba tetap punya kendali penuh atas apa yang ingin Diba bagi atau simpan sendiri.


Jadilah teman terbaik bagi diri Diba sendiri, ya. Agar Diba tak perlu bergantung pada hati manusia lain yang sama lemahnya seperti hati kita. 


Ayah dan Ibu mungkin tak selalu bisa menemani Diba. Tapi, selalu ada Allah yang akan terus menemani Diba. Yang akan selalu memenuhi ruang di hati Diba. Selamanya ~


Love, ibuk 🌹