December 10, 2018

Perlukah Membeli Ranjang Bayi ?


Setelah barang-barang dan kebutuhan utamanya Baby F dirasa sudah lengkap, barang selanjutnya yang jadi incaran adalah ranjang bayi (baby box). Ehm tapi... pemilihan baby box ini justru sedikit banyak membuat drama, byuuuhhh. Antara butuh dan nggak butuh. Banyak pro dan kontra. Mungkin buat dilema juga bagi mama-mama di luar sana. Katanya, usia pemakaian baby box nggak terlalu lama, rugi kalau beli. Jadi sebenarnya baby box itu perlu nggak, sih ?


(Related Post : Belanja Hemat Perlengkapan Bayi Baru Lahir)


Secara general, baby box sebetulnya nggak menjadi salah satu perlengkapan bayi yang wajib ada. Tapi saya termasuk calon orang tua yang memasukkan baby box ke dalam daftar barang-barang yang dibutuhkan oleh Baby F. Meski memang baby box biasanya hanya digunakan sampai bayi bisa merangkak, saya dan mas suami punya pertimbangan mengapa akhirnya memutuskan untuk tetap membelinya :

  1. Setelah mencari tau sana sini, ternyata bayi paling aman tidur sendirian untuk mencegah terjadinya SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak. 
  2. Kebetulan Baby F belum punya kamar sendiri dan tempat tidur kami nggak terlalu luas, jadi agar Baby F bisa tidur lebih leluasa dan rutinitas tidurnya lebih konsisten, baby box bisa jadi alternatif pengganti
  3. Meskipun Baby F tidur terpisah dengan kami, tapi tetap ingin ia berada di kamar yang sama (rooming-in) agar lebih mudah diawasi

Baby Box merk Baby Does





Ternyata drama belum berhenti sampai disini. Setelah baby box dirasa perlu, ibuk nya Baby F ini galau banget memilih baby box yang model gimana. Kalau soal keren nih, tentunya baby cribs kayu yang jadi idaman. Tapi harganya relatif lebih mahal. Tekstur kayu yang keras juga berbahaya banget kalau sampai Baby F terhantup, hiks :(


Jadi, sabtu kemarin, kami pun langsung bergegas ke Picco baby shop. Seneng banget, rasanya nggak pengin pulang, eheee. Sempat dua kali survey baby box ke Picco. Mencari baby box yang aman dan lucuk tentunya. Membandingkan model dan harga dari beberapa merk baby box yang ada. Akhirnya pilihan kami jatuh ke Baby Does.


Nah, berikut beberapa alasan mengapa akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Baby Does :

  1. Motifnya sederhana
  2. Ukurannya bikin lega (kira-kira 120 x 70) dan pas diletakkan di kamar
  3. Praktis dibongkar pasang agar fleksibel saat dibawa bepergian
  4. Warnanya netral
  5. Roda pada dua sisi box memudahkan box untuk dipindahkan
  6. Dilengkapi dengan kelambu panjang, diaper changer atau tempat mengganti popok, travel bag, pocket untuk tempat menaruh perlengkapan si baby, dan kaki tambahan agar baby box nya bisa diayun
  7. Baby box ini bisa diatur ke posisi paling bawah dan bisa digunakan sebagai playground atau tempat menyimpan barang
  8. Value for money lah :)


Sebetulnya, kalau toh baby box nggak masuk dalam daftar kebutuhan utama si baby juga nggak jadi masalah. Dari yang saya lihat di sekitar, para ibu juga lebih senang bed sharing dengan baby nya. Tapi untuk itu, kita perlu belajar bagaimana bed sharing yang aman untuk si baby.


Dana yang sudah dipersiapkan untuk membeli baby box bisa disimpan untuk kebutuhan lain yang lebih penting. Lagi pula sekarang sudah banyak baby equipments rental untuk para ibu coba menyewa baby box, kalau cocok dengan si baby yaaa boleh lah dipertimbangkan untuk beli sendiri. Siapa tau bisa digunakan kembali oleh adiknya.


So, mau tidur terpisah atau bed sharing, seorang ibu pasti tau gimana membuat baby nya merasa aman dan nyaman :)