August 14, 2018

Nilai Sebuah Kenangan


Membuka kembali kotak ingatan, gue baru sadar kalau ternyata selama ini tidak menyimpan benda atau barang yang punya nilai lebih untuk dikenang. Kecuali buku.


Lalu pagi ini ingatan gue beranjak pada beberapa album foto dan kamera usang milik Ayah yang bertahun-tahun tersimpan rapi di sudut lemari. Hari ini, gue kembali membukanya.


Dari Dua Teman Kecil yang Bersama Tumbuh Dewasa


Dari yang Jauh di Aberdeen Sana

By Dhini Barlian, the best kostmate ever


Bercerita tentang kenangan, gue masih ingat bagaimana dulu gue mulai berlatih membaca. Bukan dengan duduk sambil dibacakan cerita oleh Ayah. Tapi berkeliling kota bersama, berhenti di beberapa titik, hanya untuk mengeja sebuah tulisan di papan billboard pinggir jalan.



Lalu beranjak remaja, gue cukup sering membuang isi kepala dalam diary. Sejak gue paham bagaimana menulis dengan hati, buku diary yang gue punya menjadi beranak pinak. Gue makin tertarik membaca sesuatu yang berbeda ketika salah satu sahabat perempuan gue memberi kado ulang tahun berupa buku diary yang telah terisi penuh tulisan tangannya. Menjelaskan bagaimana dunianya lewat analogi perjalanan hidup manusia.


Kado 'frontal' dan ucapan happy wedding dari dua orang teman kecil juga masih tersimpan dengan baik. Sekilas memang hanya secarik kertas usang. Tapi buat gue, tiap kali membacanya, kata-kata mereka selalu menjelma menjadi doa tanpa batas. Begitu bermakna. Ada ikatan emosi teramat kuat yang membuat surat mereka terlalu sayang untuk diabaikan.


Belum lagi, ucapan selamat ulang tahun dan surat perpisahan dari salah satu teman baik di kampus yang empat tahun lalu melanjutkan Studi Doktoral nya di Aberdeen, sebuah kota di ujung utara Britania Raya. Belum pernah sekali pun gue membalasnya. Gue bayangkan kini ia sedang membaca balasan surat itu, dalam perjalanan pulangnya, saat berganti bus dari Edinburgh menuju kota Aberdeen.


Sejak saat itu gue merasa, sebuah pesan yang ditulis dengan tangan, selalu memiliki nilai sebuah kenangan. Ada usaha besar lebih dari sekedar berkata-kata. Ada rasa bahagia yang berbeda. Ada nilai sebuah kenangan yang akan terus dipelihara dan tidak mudah dihilangkan begitu saja.


Entah kapan gue cukup ikhlas untuk membiarkan tulisan-tulisan mereka pergi......