Tuesday, October 20, 2015

Ambarawa dan Ungaran


Minggu pagi, tanpa obrolan dan rencana sebelumnya, tiba-tiba suami ngajak hangout ke Ambarawa. Haaa ??? Ambarawa ??? Ada apa, ya, disana ??? Oke... tanpa pikir panjang dan sambil sedikit berkemas saya bertanya ke om google tentang kota ini.


1. Museum Kereta Api Ambarawa
2. Serabi Kuah khas Ambara


Perjalanan dari Solo menuju Ambarawa sekitar 70 kilometer kami tempuh dalam waktu satu jam empat puluh lima menit. Sedikit lebih singkat dari perjalanan Solo - Jogja yang butuh waktu dua jam. Hanya saja, medan menuju Ambarawa yang naik turun dan berkelok-kelok membuat perjalanan terasa lebih lama. Dari Solo pukul sembilan pagi, kami melewati Boyolali, Ampel, Salatiga barulah sampai di Ambarawa pukul sepuluh lebih empat puluh lima menit. Istirahat sejenak sambil menikmati es campur di depan Lapangan Pangsar Jendral Sudirman.


Touchdown Ambarawaaaawohooooo....


Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Museum Kereta Api Ambarawa yang letaknya nggak jauh dari lapangan ini. Tiket masuknya dibanderol seharga sepuluh ribu rupiah saja. Sayang, kami nggak berkesempatan untuk ikut paket wisata kereta api kuno karena tiketnya sudah ludes terjual !


Dulunya, Museum Kereta Api ini adalah sebuah stasiun kereta api peninggalan Belanda, salah satu stasiun kereta api tertua di Indonesia. Belanda menggunakan kereta api berbahan bakar kayu sebagai sarana transportasi untuk mengangkut bahan makanan mentah dari perkebunan hingga ke gudang yang terletak dekat dengan pelabuhan serta untuk kepentingan militer.


Beberapa kereta yang terdapat di Museum ini antara lain : B 2220, C 2407, SS 1110, C 2821, B 2711.



Museum Kereta Api Ambarawa













Setelah menemukan Masjid terdekat, kami kembali melanjutkan perjalanan mencari Serabi Kuah yang terkenal seantero Ambarawa. Wow, ternyata para penjual Serabi Kuah ini berjajar sepanjang Jalan Raya Ambarawa - Magelang, sampai bingung ingin coba yang mana dulu, wkwk. Lalu kami memutuskan singgah di Elsha Serabi Kuah yang berada di Jalan Raya Ambarawa - Magelang, Ngampin, no. 3. 


Satu porsi serabi kuah berisi 5 tangkup Serabi mini (pandan dan cokelat) seharga Rp. 5.000. Rasanya nagih dan kuahnya pun nggak terlalu manis. Cocok dinikmati sebagai menu sarapan atau cemilan sore.


Serabi Kuah khas Ambarawa


See you next time ya Ambarawa. Eh, perjalanan masih lanjut loh....


Kami menuju Ungaran yang juga tanpa rencana. Disini kami menikmati Sate Sapi Pak Kempleng ; sate sapi dengan ukuran potongan daging yang besar. Satu porsi sate sapi dibanderol seharga Rp. 40.000. Disantap dengan nasi atau lontong. dengan bumbu kacang dan irisan bawang yang dihidangkan terpisah. By the way, favorite papa dan mama mertua juga loh, xixixi...



Sate Sapi Pak Kempleng Ungaran


Nggak terasa waktu menunjukkan pukul 15.00, kami pulang dengan perut kenyang dan hati senang. Melewati rute yang berbeda, kami pun mampir di Soto Seger Hj. Fatimah Boyolali untuk menikmati makanan penutup hari ini.



Soto Seger Hj. Fatimah







Museum Kereta Api Ambarawa
  • Lokasi : Jalan Stasiun no. 1, Ambarawa
  • Buka : 8 am - 4 pm


Serabi Elsha Ambarawa
  • Lokasi : Jalan Raya Ambarawa - Magelang no. 3, Ngampin, Ambarawa
  • Buka : 9 am - habis


Sate Sapi Pak Kempleng Ungaran
  • Lokasi : Jalan Diponegoro no. 274, Ungaran
  • Buka : 9 am - 9 pm