August 10, 2018

Ngobrolin Politik Asyik, Yuk...


Akhir-akhir ini, dinamika politik sedikit banyak telah mempengaruhi masyarakat luas. Tentu tidak semuanya. Banyak orang yang nyatanya lebih memilih berdiam diri. Menjauh dari hiruk pikuk dunia politik. Entah karena tidak tertarik sama sekali atau agar terhindar dari perseteruan pribadi.


Ada pula orang-orang yang memilih berdiam diri dari obrolan politik yang tidak perlu tapi tetap mengikuti perkembangannya dan hanya bersedia ngobrolin politik dengan lawan bicara yang dipercaya. Gue dan mas suami salah satunya :)





Nostalgia jaman kuliah dulu. Ada seorang teman laki-laki yang aktif dalam organisasi Islam berbasis politik sempat beberapa kali mengajak gue berdiskusi. Yaaa pasti soal politik lah ! Sementara saat itu, gue cenderung anti politik. Maklum masih bocah. Menurut gue, politik itu ruwet !


But life change, people change. Semakin banyak membaca, semakin banyak melihat, semakin banyak mendengar, semakin sering berdiskusi bareng orang-orang yang kompeten, semakin sering mengikuti beritanya di media sosial, cukup banyak mengubah perspektif gue tentang politik. Ternyata politik itu seru ! Apalagi jika terlihat jelas ada hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan logika kita :)


Kalau dulu gue menganggap politik itu ruwet, ada dasarnya. Dalam pandangan gue, sama seperti kehidupan sosial, politik juga terdiri dari kelompok-kelompok atau koalisi yang tidak selamanya diisi dengan orang-orang baik. Padahal koalisi itu mestinya butuh afeksi, keterbukaan, dan kepercayaan. Sementara di antara mereka, barangkali ada yang diam-diam menjadi semacam friend-enemies. Membersamai karena ada kepentingan pribadi, yang bisa saja menjadi 'musuh' di kemudian hari :)


Apalagi ketika politik sudah berurusan dengan uang. Sedikit banyak mampu menyilaukan. Cenderung bisa merusak sebuah perjanjian bahkan persaudaraan. Dan nyatanya manusia memang sering tergoda pada sesuatu yang menguntungkan dirinya, kan ? Semua urusan dianggap selesai kalau sudah dihadapkan dengan uang. Betul (?)


Tapi ternyata, ngobrolin politik itu penuh dagelan, wkwk ! Banyak orang tiba-tiba merasa paling tau dan jadi senang adu argumentasi. Yang senang adu argumentasi ini biasanya terbagi menjadi dua kelompok : kelompok yang berpegang teguh pada nilai-nilai yang dianutnya dan kelompok yang berpikir kritis.


Kelompok pertama, entah itu benar atau salah, ketika terlibat dalam suatu diskusi, apalagi membicarakan hal-hal yang berbeda dengan persepsi mereka, maka mereka lah kelompok yang paling cepat naik darah, wkwk. Sebab mereka selalu merasa tersudut dengan argumentasi lawan politiknya. Berujung saling mencela dan mencerca.


Sementara kelompok kedua, biasanya berpikiran lebih terbuka, tidak terpengaruh sama sekali dengan argumentasi pihak lain. Menghadirkan bukti yang kredibel dan tidak diragukan keabsahannya. Berargumen bukan untuk mencari lawan tapi berusaha untuk menemukan jawaban. 


By the way... calon Presiden dan Wakil Presiden sudah dideklarasikan semalam. Mau memilih siapa ya itu urusan masing-masing. Tapi ada baiknya pelajari dulu kompetensi, latar belakang, dan rekam jejak masing-masing pasangan sebelum menjatuhkan pilihan. Itu sebabnya, memperkaya diri dengan ilmu dan informasi menjadi sangat penting.


Beda itu biasa. Bijaksana dalam bersikap itu yang luar biasa.


Jadi, kita kelompok yang mana (?)