May 23, 2018

Sebab Semua Perempuan Istimewa


Satu dari sekian banyak hal yang paling gue syukuri ditakdirkan dalam hidup ini adalah terlahir sebagai perempuan. Tapi, menjadi perempuan seutuhnya itu tak mudah. Banyak hal berharga yang harus dijaga.


Every Woman are Special


Gue ingat bertahun-tahun lalu, waktu awal mula masuk SMA, sulit rasanya bergaul dengan teman-teman perempuan yang lain. Gaya modis mereka dengan rambut panjang tergerai lebat sementara gue nampak cupu dengan tubuh yang berbalut hijab. Kulit wajah mereka cerah berseri sementara gue berusaha sekuat tenaga menutupi bekas jahitan panjang yang menempel di pipi kiri. Tapi, tak sedikit pun gue meminta mereka untuk berhijab seperti gue. Tidak etis rasanya kalau gue memaksa mereka berhijab sementara mereka sendiri belum siap.



Di usia sebegitu muda, gue pernah punya ketakutan yang amat besar bila suatu hari nanti tak bisa menjadi kandidat perempuan yang melahirkan secara normal sebab minus mata gue yang cukup tinggi. Gue mendadak takut dianggap bukan ibu yang hebat ketika suatu hari nanti Dokter Obgyn menyarankan gue untuk melahirkan lewat operasi caesar karena adanya bekas jahitan akibat pembedahan perut sebelah kiri. 


Tapi, sejak gue benar-benar menerima bahwa kecelakaan hebat itu adalah jalan Allah untuk melindungi dan memperbaiki hidup gue, sudut pandang gue berubah.


Gue bersyukur. Jika bukan karena kecelakaan itu, barangkali sampai sekarang tak akan ada hijab yang melindungi, padahal DIA menjaga para perempuan dengan memerintahkan kita berhijab agar tak sembarang mata dapat melihat bagian tubuh kita barang satu inci. Jika bukan karena kecelakaan itu, barangkali gue akan tumbuh menjadi perempuan yang besar kepala sebab menganggap diri ini paling sempurna.


Dengan segala kekurangan yang kita miliki dan sadari, kita 'diajarkan' untuk tidak menilai orang lain dengan standar kesempurnaan yang normatif. Kita menjadi kuat dan berani meng-explore passion diri kita dengan berbagai kekurangan yang kita punya.


Maka, berhentilah membandingkan perempuan satu dengan perempuan lain. Jangan pernah menilai perempuan lain hanya karena pernikahannya sederhana. Jangan pernah mengecilkan impian perempuan lain hanya karena ia memilih untuk mengabdi pada suami dan anak-anaknya dengan menjadi seorang ibu rumah tangga. Jangan pernah mencela perempuan lain hanya karena ia mengandung dengan bayi tabung. Jangan pernah meremehkan perempuan lain hanya karena ia tak memiliki kesempatan untuk melahirkan secara normal. Jangan pernah melecehkan perempuan lain hanya karena ia tak bisa memberi ASI eksklusif. Jangan pernah merendahkan perempuan lain hanya karena merasa lebih baik. Jangan pernah menghakimi perempuan lain hanya karena cerita mereka berbeda dengan kita. Jangan pernah :)


Percayalah, nilai kita sebagai perempuan dan seorang ibu tak akan berkurang sedikit pun hanya karena kita berbeda. Perjuangan sebagai seorang perempuan dan ibu sama berat dan sama bernilainya. Tak ada seorang perempuan pun yang suka dibanding-bandingkan. Sebab, tiap ibu selalu punya cara istimewa untuk menyayangi dan mendidik anak-anaknya. Sebab, semua perempuan itu istimewa dan semua ibu itu luar biasa.


Jadi, please, jangan pernah membandingkan keadaan orang lain dengan keadaan kita kalau ingin hidup tenang dan bahagia. Jangan pula kecil hati atau malah tinggi hati. Ketahuilah, mereka yang kita anggap sempurna sekali pun, itu karena kita tidak pernah tau nikmat apa yang Allah cabut darinya...