April 12, 2018

Yuk, Mulai Kurangi Makanan dan Minuman Manis


Sebagai anak kost yang jarang sekali masak, hari-hari gue dulu selalu dilewati dengan makan berpindah-pindah. Makan di luar selalu jadi pilihan yang paling praktis. Makan di warung Padang, lalapan, gorengan, atau prasmanan itu memang tempting banget. Apalagi menikmati akhir pekan di kafe-kafe kekinian yang dessert dan beverage nya digemari banyak orang. 


Di fase itu, mengkonsumsi makanan dan minuman manis buat gue sudah seperti gaya hidup. Sebut saja : macaroons, pancake, red velvet cake, waffel caramel. Belum lagi minumannya : caramel machiatto, chocolate frappe, avocado coffee, mocha float. Semua serba manis. Pola makan yang tidak sehat sama sekali. Semua itu gue konsumsi sekedar untuk menghibur lidah.






Terlebih setelah menikah, tiada hari tanpa minuman jeruk dingin kemasan. Sekali dalam seminggu nongkrong di coffee shop yang makanan dan minumannya serba manis. Hasilnya, dalam jangka waktu 1 tahun pernikahan, berat gue melonjak 10 kilogram lebih !


Efeknya... tubuh jadi mudah sekali merasa lelah, gampang mengantuk, susah konsentrasi, dan lemak bandel pada menempel di beberapa bagian tubuh. Dan ini semua terjadi akibat gula berlebih dari makanan dan minuman yang gue konsumsi.



Faktanya, gula memang lebih adiktif daripada kokain. Bikin ketagihan dan cepat membuat kenyang. Dan itu benar-benar gue alami sendiri. Percaya nggak percaya, gue bisa menghabiskan 3 botol minuman jeruk dingin atau 3 karton teh kemasan dalam sehari. Tapi anehnya, gue pun tetap saja merasa haus, sehingga sering tergoda untuk kembali meminumnya. Ckck, sebegitu besarnya pengaruh gula pada tubuh kita. Belum lagi penyakit yang kita tau bisa timbul akibat konsumsi gula berlebih seperti obesitas dan diabetes. 


Barangkali inilah alasan mengapa para produsen minuman kemasan selalu memberi 'bonus' gula yang tinggi dalam setiap produknya. Sebab bakal bikin konsumen nya ketagihan !


Nah... berbekal motivasi mengatur pola makan agar lebih produktif beraktivitas, maka pada bulan Februari 2017 lalu, kami berdua mulai menjalani program mengurangi konsumsi nasi dan minuman manis. Tetap makan 3x sehari, hanya saja lebih banyak mengkonsumsi buah seperti pisang atau buah rendah gula macam semangka. Ditambah lagi aktivitas rumah tangga yang cukup tinggi dan olahraga ringan berjalan kaki dari rumah-masjid-rumah yang cukup banyak membakar lemak dan kalori.


Kalau dulu makan di luar biasa memesan es teh manis atau minuman kemasan lainnya, perlahan kami ganti kebiasaan itu dengan hanya minum air mineral saja. Mas suami pun sudah minum kopi tanpa menambahkan gula. Jangan tanya godaannya. Dengan berat hati, beberapa kali 'cheat day' pesan air mineral dan Blue Ocean di restoran Pizza, sebab perlu juga menyesuaikan menu dengan tempat dimana kita makan :)


Yang pasti, sudah lebih dari setahun program ini berjalan. Mengatur pola makan dan olahraga ringan. Efek positifnya sangat luar biasa, tubuh terasa lebih ringan, lebih aktif, lebih produktif, dan jadi tidak mudah sakit. Beruntung, kami memiliki lingkaran pertemanan yang sehat. Dan setelah dicek kembali, tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol gue normal.


Sekarang kalau ditanya oleh waitress di warung "mau minum apa?", otomatis jawaban kami "air mineral saja" atau maksimal jus buah tanpa susu.


Jadi, yuk mulai kurangi makanan dan minuman manis untuk tubuh yang lebih sehat :)