April 18, 2018

Sepotong Sajak di Barat Rindu


Waktu memang selalu berpihak pada kita, sama seperti aroma tanah basah setelah hujan, kita selalu menyimpan rindu untuk bertemu. Bagai rumah yang selalu menyediakan ruang kosong untuk singgah sewaktu-waktu, kita selalu punya banyak cara merayakan rindu. 


Pribadi yang ramah, supel, dan mudah dekat dengan siapa saja. Selalu memberi wajah bahagia dan kesan gembira. Bersama mereka, duka dan bahagia tak lagi menjadi rahasia.


Few Days Before Our Big Day


Satu hal yang paling menyenangkan dari mereka adalah kita selalu punya alasan untuk saling mencari. Mereka teman pertama yang bahagia ketika tau, bahwa tak lama setelah bertemu, aku akan menapaki hidup baru.


Saling bertemu, bicara tentang banyak hal sambil melepas rindu. Telinga dan hati kita selalu terbuka untuk menerima cerita. Mereka tak pernah membiarkan obrolan kami berlalu begitu saja tanpa canda tawa. Kalau sudah bercengkerama, dering telepon pun rasanya tak mampu mengalihkan bahagia. Segala lelucon dan pesan mereka membuatku tau bahwa segala awal yang dirasa sulit akan selalu menawarkan akhir yang baik. 


Aku sangat menghargai perhatian mereka. Membuatku makin mengerti, bahwa sebanyak apapun kita menerima, tak akan sebahagia ketika kita memberi. Dan waktu adalah hal paling berharga yang bisa kita beri pada orang-orang yang kita sayangi. Sebab waktu tak bisa diadu, atas apa yang telah berlalu, tak ada kesempatan kedua untuk memperbaiki apalagi mengulang kembali. 


Jika kata terindah adalah terima kasih, maka aku akan tulus berterima kasih, sebab rasa sayang mereka bukan lagi soal seringnya kebersamaan, tapi juga hati yang tak lelah saling mendoakan.


Semoga hidup kita akan selalu baik-baik saja, ya