April 14, 2018

Begini Cara Saya Memilih Buku yang Baik


Pernah nggak kalian nyesal dan merasa rugi saat membeli buku ? Beli buku yang judulnya provokatif, covernya eye-catching, sinopsisnya menarik, tapi ketika dibaca ternyata konten nya tidak sesuai dengan ekspektasi kita.


Gue pribadi sejauh ini belum pernah merasa nyesal dan rugi sih setelah beli buku. Malah pengin nya beli lebih banyak agar bisa baca lebih banyak, hahaaa. Gue suka dengan semua buku yang gue punya. Kalau toh ada beberapa buku yang ternyata isinya nggak semenarik yang gue kira, gue akan tetap baca sampai akhir. Minimal gue akan bertambah secara ilmu setelah membacanya.










Sebenarnya, bagus atau tidaknya sebuah buku itu hanya soal selera. Tiap pembaca jelas berbeda-beda seleranya. Banyak dari kita bingung saat hendak memilih bacaan, padahal banyak sekali buku-buku bagus bermunculan. Gue sendiri nggak pernah sih dibuat bingung. Sebab kita sebagai pembaca mestinya punya parameter mengapa kita menyukai sebuah buku dan punya argumen yang kuat mengapa kita menyebutnya sebagai buku yang baik.


Sebagai pembaca, tentu kita punya kriteria khusus tentang buku yang baik. Lalu bagaimana cara gue memilih buku ?




Media Sosial

Twitter selalu punya peran penting buat gue untuk memberi referensi buku yang ingin gue baca. Kebetulan gue mengikuti beberapa akun selebtweet atau penulis yang kerap memperbincangkan buku-buku yang menarik untuk dibaca. Salah satunya si koko @amrazing.


Dari mereka gue menemukan banyak bacaan menarik dari beberapa penulis dewa, salah satunya Dee Lestari, yang beberapa karyanya booming banget dan sukses diadaptasi menjadi film layar lebar. Sebut saja, Perahu Kertas dan Filosofi Kopi. Ah... nggak sabar untuk memulai petualangan bareng Aroma Karsa nya Bu Suri, yeay !


Gue juga mengumpulkan bacaan bagus dari rekomendasi teman-teman blogger di Facebook. Meski sebetulnya nggak semua buku yang direkomendasikan bisa gue baca. Hanya sebagai bahan pertimbangan saja. Sebab sebetulnya gue sudah punya daftar buku yang ingin gue beli. Tapi, gue juga mudah sekali antusias baca buku yang direkomendasikan ketika gue percaya teman yang merekomendasikan itu punya selera baca dan nulis yang baik :)



Reputasi Penulis

Buat gue, penulis dengan reputasi baik punya peluang yang sangat besar untuk menampilkan konten-konten berkualitas. Tapi yang gue maksud dengan 'reputasi baik' disini bukan berarti seseorang yang sudah dikenal luas, lho. Artis, misalnya. Banyak kan artis yang juga eksis menulis buku dan bukunya diterima dengan baik oleh pembaca :)


Banyak penulis yang sudah merilis banyak buku dan hampir semua karyanya terpampang nyata dijajaran buku best seller. Sayangnya, buku best seller belum tentu punya konten yang berkualitas. Sementara, banyak buku yang bagus secara konten justru tidak banyak mendominasi rak buku best seller. Sebab memang tak bisa dibantah, yang selama ini mendominasi pasar buku memang lah buku-buku yang diinginkan oleh pasar.


Kalau gue pribadi, buku-buku yang gue suka belum tentu buku yang sedang meledak di pasaran. Sesuai selera gue saja. Bukan lagi buku-buku yang masih dalam taraf hiburan, tapi buku yang mengajak gue berpikir lebih banyak, buku yang layak didiskusikan, dan mengangkat level cara berpikir gue ke tingkat yang lebih matang.


Salah satunya, Ayu Utami. Dulu gue hanya mendengar bahwa ia sosok penulis yang kontroversial. Banyak sekali diksi-diksi dalam tulisannya yang dianggap oleh sebagian pembaca terlalu vulgar. Gue justru jadi penasaran dibuatnya. Akhirnya, tahun 2008 lalu, gue (coba) membaca salah satu karyanya yang berjudul Saman. Lalu gue gue jatuh cinta dengan Ayu Utami. Ya, sesederhana itu jatuh cinta pada sebuah buku.


(Related Post : Review 'Saman' )



Review Buku di Blog

Sekali waktu gue juga suka menilik laman blog milik Truly Rudiono yang berisi ulasan seputar buku. Gambaran singkat mengenai isi buku, pemilihan kata, dan bahasa yang digunakan oleh buku tersebut. Tentu saja nggak semua buku yang diulas lantas gue baca. Hanya beberapa yang bisa memenangkan hati gue, salah satunya yang baru saja ia ulas dan gue beli hari ini, Laut Bercerita karya Leila S Chudori.




Sebetulnya pijakan utama gue memilih buku yang baik hanya dari tiga hal ini : reputasi penulis, media sosial, dan review buku dari blog. Lagi-lagi ini hanya soal selera. Tapi yang paling penting saat memilih buku, kita paham betul buku apa yang ingin kita baca dan nggak pernah merasa rugi membacanya.


Sebab dari buku, kita bisa berbagi hal-hal yang sudah kita baca selama ini, hal-hal yang mungkin saja orang lain belum tau. Minimal berbagi pada orang-orang terdekat kita :)