March 9, 2018

Kontemplasi Diri


Barangkali benar, berdamai dengan hati yang pernah meninggalkan bekas luka mendalam, bukan perkara gampang. Jujur saja, tak semua orang bisa dengan mudah memaafkan. Laki-laki atau perempuan.






Kita mungkin cukup mudah memaafkan tapi sulit melupakan...


(Wajarlah... Manusia nggak ada yang sempurna)


Siapa bilang manusia tak sempurna ? Manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya. Tutur kata dan perangai nya saja yang membuatnya jadi tak sempurna...




Kesalahan yang dilakukan berulang-ulang, enggan belajar dari kekhilafan, tidak sungguh-sungguh memperbaiki keadaan. Inilah alasan paling tepat mengapa berdamai dengan mereka yang pernah melukai bukan perkara gampang.


Tak perlu hipokrit. Ternyata hati selalu bersedia membuka pintu dan memberi ruang agar perasaan penuh emosi itu bisa hadir. Marah, sedih, kecewa, apapun itu, kita sering memperkenankan hati lebih leluasa merasa. Pada kondisi demikian lah, iman kita diuji.


Begitu dalam rasa kecewa dan sedemikian takut kembali menorehkan luka. Tak perlu ada lain pilihan. Selain sejenak memberi jeda, sedikit bicara, dan akhirnya kembali berlapang dada. Karena benar, yang seharusnya kita benci itu perangainya, bukan orangnya.


Betapa kita menginginkan kebaikan ada dalam dirinya. Namun, ketika mulut-mulut mereka tak mampu bersuara, ketika mulut ini tak lagi mau bicara, yang bisa kita lakukan adalah menyampaikan kebenaran lewat tulisan.


That's why we shouldn't be quiet and passive about 'crime' around


Kebenarannya adalah... (mungkin) hati kita masih sering berpaling, (mungkin) hati kita masih menaruh harap dengan manusia lain, (mungkin) mereka juga sering berlaku sama pada hati yang lain.


Allah cemburu dan tak suka. Kini, DIA sedang memberi kita pemahaman dan pembelajaran banyak hal tentang hati. Pelajaran untuk jadi pemaaf, ikhlas, sabar dan yakin bahwa ketetapan-Nya selalu baik.


Mereka yang berkata dan berperilaku tak enak sesungguhnya mengajarkan kita untuk menjadi lebih bijak. 


Teringat pada satu ayat :



"Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak..."
(QS Al-Baqarah 216)



Semoga kita senantiasa dibimbing dan diberi kelapangan hati untuk mudah memaafkan...


Semoga DIA memudahkan kita dan mereka berjalan di atas kebaikan...





~Dariku dan pelindung kehormatanku~