February 27, 2018

Let's Read and Write


Meski usianya masih relatif muda, sebenarnya cikal bakal personal website ini sudah ada sejak 5 tahun lalu.





Ketika itu masih dalam naungan blogspot. Awalnya hanya ingin berbagi foto dan kisah perjalanan. Beberapa kisahnya masih tertuang disini. Namun, berjalannya waktu, gue makin sadar kalau ternyata pengalaman jalan-jalan gue nggak banyak.


(Related Post : Kok Nggak Nge-Vlog Aja ?)


Pada waktu yang sama, gue lagi senang-senangnya explore tempat nongkrong dan makanan baru. Gue punya partner kuliner asyik yang cukup banyak mempengaruhi tulisan gue, sahabat gue, Ira namanya. Hasilnya, gue jadi sering mengunggah foto makanan berikut cerita serunya di Instagram maupun di blog. Lucky me ! Gue punya kesempatan bekerja di salah satu media cetak dan mengisi materi di salah satu klub Bahasa Inggris. Dan ini berlangsung cukup lama.




Keseruan ini masih terus berlanjut hingga gue menikah. Partner kuliner gue bukan lagi Ira, melainkan suami gue sendiri. But life has been pretty hectic for him. Kegiatan berburu kuliner kami jadi timbul tenggelam karena kesibukannya menyelesaikan Thesis. Sementara gue ? tak pernah merasa nyaman makan di satu tempat baru sendirian. Lama-lama website gue nampak seperti rumah yang masih tegak berdiri namun tak berpenghuni. This was the second time my blog almost didn't survive.


Di sisi lain, gue butuh banyak membaca. Butuh terus menuangkan isi kepala. Gue masih ingin bertahan di ruang maya. Karena ada banyak hal yang nggak bisa gue sampaikan dengan suara.


Kemudian gue mulai berinvestasi melalui personal website yang baru gue wujudkan 2 tahun lalu. Gue membangun kembali yang sempat mati suri dengan konten yang lebih beragam. Daily life, Passion and Lifestyle, Beauty, dan kuliner sesekali. Gue ingin bertumbuh.


Ya... Gue mencipta blog sebagai ruang untuk bertumbuh. Gue hanya menulis apa yang pengin gue tulis. Nggak pengin dibatasi oleh konsep ideal 'penulis' lain. Bicara tentang diri sendiri, perjalanan spiritual, melampiaskan amarah, atau sekedar curhat. Membungkus rapi kenangan gue disini. Sesederhana itu.


But most say, it's gonna be fun ketika ada momen keren yang bisa kita bagi dari mengunjungi tempat-tempat indah di belahan bumi lain. Gue jadi merasa harus memberi potret terbaik. Sementara gue masih butuh belajar banyak soal itu.


Di sisi lain, gue menangkap fenomena baru beberapa tahun belakangan. Blog yang awalnya hanya tempat berbagi cerita, kini banyak orang -I call them influencer- yang memanfaatkannya sebagai personal income untuk mereka. Gue termasuk salah satunya. But I'm not an influencer or famous person like them, hahaaa. Mungkin terdengar materialistis, tapi yang gue tau, inilah pilihan terbaik.


Ketika kini blog dijadikan media afiliasi untuk mendapatkan income pemiliknya, there's nothing wrong with that. Namun akan menjadi salah kalau hanya dijadikan satu-satunya pertimbangan menulis. Kenapa begitu ? Karena mereka yang pure mengerjakan 'sesuatu' untuk uang biasanya hanya akan 'cocok' dengan orang-orang yang punya pandangan serupa :)


Buat gue, tulisan yang baik akan dapat menjadi media afiliasi. Tulisan yang lebih baik akan memberi banyak manfaat, syukur kalau bisa memberi nilai positif pada pembaca dan membuat hidup mereka lebih baik. Tapi, tulisan yang istimewa akan memberi makna pada penulis dan pembacanya. Dan yang bermakna ini tak melulu related dengan uang, apalagi dari hal-hal yang sifatnya kebanggaan semata......


But it's your choice ~