January 17, 2018

Mari Berhitung Pembayaran Pajak CR-V


Bulan Januari ini benar-benar istimewa banget. Si ganteng nya gue akhirnya selesai melewati proses yang cukup panjang untuk cabut berkas, mutasi, dan balik nama. Senang pastinya, sebagai warga negara yang baik, semuanya selesai kami urus sendiri melalui JALUR RESMI. Ya, karena nilai sebuah proses dan pengalaman tak akan tergantikan oleh materi :)


(Related Post : Proses Cabut Berkas, Mutasi, dan Balik Nama Mobil)


Berangkat jelang siang, kami meluncur kembali ke SAMSAT Karanganyar untuk menyelesaikan keseluruhan prosesnya, termasuk bayar pajak 5 tahunan di 2018. Agak krusial ya jika sudah berurusan dengan pembayaran pajak, hahahaaa...


Si Ganteng CR-V 2.0 A/T


Sesampainya di kantor SAMSAT Karanganyar, gue langsung menuju ke loket penyerahan STNK lalu menyerahkan surat keterangan pindah pengganti STNK yang kami bawa ke petugas. Kemudian petugas tadi mempersilahkan kami untuk menunggu panggilan dari loket kasir.


Sekitar 10 menit, akhirnya nama suami gue pun dipanggil untuk menyelesaikan proses pembayaran dan menerima STNK baru. Lalu kami diarahkan menuju bagian belakang kantor SAMSAT untuk menerima plat nomor baru.


Alhamdulillah, sudah atas nama Arif Hidayat Purwono :)

Berikut Detail Pembayarannya


Nah... sebelum menyelesaikan proses pembayaran, sebetulnya kami sudah coba berhitung kira-kira berapa besarnya biaya yang harus kami bayar dan berapa jumlah uang per bulan yang kami tabung untuk membayar pajak. Maklum lah ya emak-emak. Lalu bagaimana perhitungannya ??? Mari kita coba hitung bareng-bareng :)



1. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB)

Dari informasi yang gue dapat, biaya yang harus dikeluarkan untuk BBN-KB berbeda-beda tergantung kebijakan tiap daerah. BBN untuk mobil baru biayanya sebesar 10% dari harga mobil sementara BBN untuk mobil second hanya dikenakan biaya 1% dari harga mobil. Alhamdulillah, mobil gue masuk hitungan 1% :)


1% X Rp. 280.000.000,00 = Rp. 2.800.000,00



2. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Kalau kata suami gue, untuk perhitungan pajak kendaraan bermotor biasanya mengacu pada beberapa hal : jenis mobil, tipe mobil, merk mobil, tahun pembuatan mobil, nilai jual mobil, besarnya CC, dan lain-lain.


Mobil gue berjenis Jeep, merk Honda, dengan tipe CR-V RM1 2WD 2.0 A/T CKD, tahun pembuatan 2012. Mobil ini sudah balik nama atas nama suami gue dan alamatnya di Karanganyar Jawa Tengah. Lalu cara perhitungannya bisa di cek disini


(Nilai Jual x Bobot) x Tarif = (Rp. 280.000.000,00 x 1,050) x 1,5% = Rp. 4.410.000


Hasil perhitungan ini dengan menggunakan rumus di atas agak kurang valid, ya. Karena PKB yang tertera di STNK sebesar Rp. 4.794.575,00. Nggak paham kenapa bisa berbeda. Gue percaya, yang pasti pihak kepolisian punya point tertentu untuk menghitung besarnya pajak di luar pengetahuan dan kemampuan gue :)


Dan sesuai peraturan baru tentang jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) maka : 

  • Biaya Administrasi STNK (pembuatan baru atau perpanjangan) naik menjadi Rp. 200.000,00
  • Biaya Administrasi TNKB naik menjadi Rp. 100.000,00
  • Biaya Penerbitan BPKB naik menjadi Rp. 375.000,00

Tapi, akibat kelalaian gue mengurus proses mutasi dan balik nama, yang waktunya terlalu dekat dengan waktu pembayaran pajak, akhirnya telat bayar pajak deh. Dan seperti yang kita ketahui, jika melewati jatuh tempo pembayaran pajak, maka akan diberlakukan sanksi administrasi alias denda :)


Jadi :

  • Biaya Pokok PKB = Rp. 4.794.575,00 + Rp. 88.525,00 (sanksi adm) = Rp. 4.883.100,00
  • Biaya Pokok SWDKLLJ = Rp. 169.400,00 + Rp. 35.000,00 (sanksi adm) = Rp. 204.400,00
  • Biaya Administrasi STNK = Rp. 200.000,00
  • Biaya Administrasi TNKB = Rp. 100.000,00

Sehingga, total pajak 5 tahunan yang kami bayarkan adalah Rp. 8.871.900,00 (belum termasuk biaya penerbitan BPKB) dan kami menabung sekitar Rp. 500.000,00 tiap bulan untuk membayar pajak.


Alhamdulillah, selesai sudah semuanya. Jika dihitung-hitung, dari pengalaman gue mengurus semuanya melalui jalur resmi, maka total waktu yang dihabiskan kira-kira 1 bulan. Cukup panjang untuk mereka-mereka yang tidak punya banyak waktu. Jadi, akan lebih baik jika teman-teman luangkan waktu untuk mengurus 2-3 bulan sebelumnya agar tidak perlu 'menabung' denda :)


Nah... ini sedikit pengalaman gue dan suami mengurus proses cabut berkas, mutasi, balik nama, dan pembayaran pajak di SAMSAT Karanganyar. Bisa jadi sama atau berbeda dengan yang lain. Semoga bermanfaat, ya !