January 10, 2018

Ketika Mobil dalam Proses Cabut Berkas, Mutasi, Balik Nama, dan Pajak


Cari kendaraan yang sesuai dengan ingin nya gue dan suami itu memang susah susah gampang. Waktu itu butuh berbulan-bulan untuk dapat mobil sesuai kriteria dan budget kami.




Jadi Februari 2017 lalu gue dan suami beli mobil ini dari 'tetangga' yang tinggal di perumahan mewah dekat rumah, dengan alamat BPKB di Kota Solo. Sementara alamat tempat tinggal kami masuk wilayah Karanganyar. Berhubung gue nggak mau repot bolak balik pinjam KTP saat waktu bayar pajak tiba, akhirnya gue dan suami memutuskan untuk mutasi mobil sekaligus balik nama. 


Si Ganteng CRV 2.0 A/T Generasi 4


Sebenarnya prosesnya nggak sehoror yang orang-orang bilang, ya. Asal semua berkas yang dibutuhkan sudah dilengkapi dan dipersiapkan dari rumah. Nah, apa saja nih berkas yang wajib dibawa :

  • BPKB asli dan fotokopi 
  • STNK asli dan fotokopi 
  • KTP asli dan fotokopi
  • Kuitansi atau bukti jual beli mobil dengan materai Rp. 6.000,00


Sebelum berangkat menuju kantor SAMSAT Solo, gue dan suami menyiapkan dan membawa 'bekal' yang bakal kami butuhkan disana. Mulai dari peralatan tulis (pulpen, stipo, paper clip, dll), cemilan, dan air minum. Yang paling penting, jangan lupa bawa uang ! Hahahaaaa...


Setelah itu kami berdua langsung nge-gas menuju kantor SAMSAT Solo untuk melakukan proses mutasi (keluar) mobil. Sesampainya di lokasi, kami diarahkan menuju petugas pemeriksa yang sekaligus rangkap jabatan sebagai petugas fotokopi. Jadi buat teman-teman yang mungkin nggak punya banyak waktu untuk merangkap berkas, nggak perlu khawatir, karena petugas ini yang akan membantu kita membuat kopi berkas yang dibutuhkan (masing-masing 2 lembar).


Kemudian kami diarahkan menuju Loket Cek Fisik yang nggak jauh dari parkiran dan tempat fotokopi tadi untuk menyerahkan berkas yang sudah dilengkapi. Setelah di verifikasi oleh petugas Loket Cek Fisik, berkas kami dikembalikan dan kami diberi selembar kertas gesek cek fisik untuk diserahkan pada petugas cek fisik mobil yang ada di area parkir.


Setelah membuka kap mobil dan petugas cek fisik menerima berkas dari kami, barulah proses cek fisik dimulai. Kalau kata suami gue, proses ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian mobil, apakah ada yang berubah atau nggak. Entah fisik mobil atau warna nya yang berubah. Juga untuk mencatat nomor rangka dan nomor mesin mobil. Untuk biaya nya, sebenarnya nggak dipungut biaya apa-apa. Namun nggak ada salahnya kalau kita beri sedikit tips ke petugas cek fisik tadi sebagai tanda terima kasih, beliau sudah rela loh panas-panasan ngurusi mobil kita :)


Cek fisik mobil selesai, kami dipandu kembali menuju Loket Mutasi untuk menyerahkan seluruh berkas dan hasil cek fisik mobil. Setelah semua berkas di verifikasi dan dinyatakan lengkap, barulah kami diberi selembar formulir pendaftaran mutasi mobil dan balik nama yang harus kami isi sesuai dengan data di STNK mobil. 


Baru kemudian kami diarahkan menuju ke Loket Fiskal untuk membuat surat keterangan fiskal. Gue juga kurang paham ya fungsinya untuk apa. Dan di ruangan yang sama (maaf gue lupa loket nya apa saja) kami membayar sejumlah biaya sebesar Rp. 250.000 untuk biaya cabut berkas dan Rp. 367.000 untuk biaya mutasi keluar. Lalu kami diarahkan menuju kantor SATLANTAS Solo.


Di SATLANTAS Solo kami menyerahkan 1 bendel berkas dari SAMSAT Solo kebagian Loket Mutasi. Oh ya, biasanya bagian Loket Mutasi di SATLANTAS Solo sudah tutup pukul 12.00 siang. Jadi agar nggak membuang banyak waktu, sebaiknya teman-teman atur waktu agar berkas bisa diserahkan di hari yang sama. Kebetulan gue dan suami datang lewat dari jam 12.00 siang, alhasil disuruh kembali lagi keesokan harinya. Nah... esoknya setelah fotokopi ini itu sesuai yang diarahkan petugas, kami balik lagi ke Loket Mutasi. Dan ternyata, kami 'disuruh' kembali 1 bulan lagi untuk mengambil berkas keluar sesuai dengan tanggal yang tertera di map ! Gue sempat pulang ke Balikpapan dong, hahahaaa...


Singkat cerita, hari ini kami kembali ke SATLANTAS Solo untuk mengambil berkas. Setelah berkas kami terima, langsung saja kami nge-gas ke kantor SAMSAT Karanganyar untuk mengurus mutasi masuk dengan menyerahkan semua berkas tadi ke Loket Mutasi. Sama seperti sebelumnya, kami tetap melewati proses cek fisik mobil lagi.


Setelah cek fisik mobil selesai, juga semua berkas sudah di legalisir dan ditanda-tangani petugas, kami diarahkan menuju SATLANTAS Karanganyar yang berlokasi nggak jauh dari SAMSAT Karanganyar. Disini kami menuju Loket Pendaftaran BPKB dengan menyerahkan semua berkas. 


Nggak lama menunggu, nama suami gue dipanggil. Lalu petugas memberi surat keterangan pindah pengganti STNK atau semacam surat jalan gitu lah ya untuk menerangkan bahwa STNK asli sedang dalam proses dan dimutasikan atas nama suami gue. Nah, surat ini juga ditanda-tangani oleh KASATLANTAS POLRES Solo. Namun, surat keterangan ini hanya berlaku 2 bulan dan nggak bisa diperpanjang lagi ! 


Lalu oleh petugas (Mbak-Polisi-Cantik) tadi, kami diminta balik kembali 1 minggu kedepan untuk mengambil STNK baru di SAMSAT Karanganyar dan diminta menunggu 2 bulan kedepan untuk dapat BPKB ! Lama dong yaaaa, hahahaaa. Gapapaaa, yang penting sudah fix atas nama suami gue :)


By the way... cukup panjang dan cukup jelas kan cerita pengalaman gue perihal cabut berkas, mutasi, dan balik nama mobil. Ya, prosesnya memang panjang. Namun nggak seribet yang gue bayangkan. Nggak perlu pakai calo atau biro jasa segala asal bersabar mengikuti prosesnya. Segini dulu ceritanya. Moga teman-teman yang juga sedang dalam proses dan ingin belajar menikmati proses, bisa lebih bersabar dari gue, hahaaa. Sampai bertemu di proses bayar pajak mobil, ya !






NOTE : Berkasnya satu bendel, banyak dan tebal banget, jadi nggak mungkin gue foto satu per satu, okay !


TIPS : Sedia uang pecahan kecil untuk biaya parkir (karena bakal bolak balik), fotokopi, dan tips cek fisik meski sebenarnya nggak dipungut biaya. Parkir mobil Rp. 3.000,00 dan tips cek fisik seikhlasnya (kalau gue Rp. 20.000,00)