October 15, 2017

Tumis Cumi Tomat Hijau


Mari bicara tentang weekend dan refreshing tanpa harus spend money ke Mall. Yes ! Mencicipi makanan desa yang nikmatnya nggak kira-kira.


Masakan Rumah ala Desa


Generasi Doyan Makan




Di desa ini, hampir semua ibu-ibunya pandai memasak. Terutama makanan yang jarang kami temukan di kota. Tapi tetap saja masing-masing expert pada masakan tertentu. Tante gue salah satunya. Tante terkenal jago membuat sayur tempe lombok hijau dan berbagai macam olahan sayur lainnya. Bahan sayuran segar nya kerap kali ia beli langsung dari petani. Ia juga sering membuat penganan tradisional kesukaan kami seperti jadah bakar, wajik, dan kolak pisang. Hingga tak heran, keahliannya memasak sering mendapat pujian ketika ada warga desa yang sedang punya hajatan atau ketika kami sekeluarga pulang kampung.



Seperti belum lama ini kami pulang kampung untuk menilik progres pembangunan rumah Ayah. Tentu saja, seperti biasa, tante selalu menyuguhkan makanan desa yang enak banget. Apalagi ia memang hobi dan jago masak. Ia menyuguhkan kami satu piring singkong goreng dan satu piring bakwan sayur buatannya sendiri. Kemudian ia membawa nampan besar dengan beberapa piring di atasnya. Ada tempe goreng, tahu goreng, sayur bening labu, krengseng daging, dan Tumis Cumi Tomat Hijau. 


Kebetulan kami sekeluarga memang fans 'tempe goreng colek sambel tomat' garis keras. Apalagi tempe yang dibungkus dengan daun. Menurut indera perasa gue, tempe yang dibungkus daun pisang punya citra rasa jauh lebih nikmat jika dibanding tempe yang dibungkus plastik. Selain relatif mudah didapat, daun pisang juga ramah lingkungan. Tempe nya juga nggak cepat membusuk dan terasa lebih empuk.


Duh ! Perut sudah berasa butuh asupan makan dengan porsi yang lebih besar. Makanan dihadapan kami seakan memanggil untuk disantap habis. Nggak pake malu, kami langsung makan brutal disini. Yeay ! Tumis Cumi Tomat Hijau. Soal rasa, juara banget ! Rasanya segar dan paling nikmat disantap dengan nasi selagi hangat.


Ehm... Di desa hidup rasanya tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berpikir ingin makan apa. Orang-orang di desa seperti tidak pernah kehabisan ide untuk mengepulkan asap di dapur mereka. Ingin makan ayam dan bebek, tinggal memotong ayam dan bebek yang ada di kandang rumah sendiri. Butuh cabai dan tomat untuk pelengkap masakan, tinggal petik dari apotek hidup di pekarangan rumah. Semuanya disajikan langsung oleh bumi. Untuk kemudian diolah menjadi makanan desa yang bikin kami selalu punya alasan untuk kembali......


Selamat menikmati akhir pekan ya ~




(Photo by : IPhone 7 plus)