September 12, 2017

Tak Perlu Judgemental. Itu Urusan Tuhan.


Ketika beberapa orang bertanya ke gue tentang perjalanan hidup seperti apa yang sedang gue jalani saat ini, dengan lantang gue menjawab "perubahan" !


Setelah menikah di bulan Agustus tahun 2015 lalu, gue mengalami fluktuasi hidup yang luar biasa sekaligus mendapat banyak pengalaman baru. Hal-hal baru yang 'bukan gue banget' gue (coba/harus/terpaksa) jalani. Lingkungan yang baru, tanggung jawab yang lebih besar, juga hal-hal yang melibatkan rasa sedih dan kecewa. Tentu juga banyak sekali hal baik datang yang membuat gue jadi pribadi lebih kuat.






Beberapa cerita kurang menyenangkan kerap menghampiri. Banyak orang baru yang hadir dalam hidup gue. Beberapa dari mereka tidak terlalu mengenal gue dengan baik dan beberapa dari mereka suka berkomentar sinis. Gue mencoba menemukan alasan paling rasional dari sikap mereka tapi mereka tidak benar-benar paham apa yang gue rasa. Yap, begitulah hidup di tengah keberagaman sifat manusia. You definitely wouldn't believe with the way they treat me and the way they talk to me. But hey... justru itu yang membuat gue berubah dan lebih kuat :)


Well, kita semua mempunyai framework hidup dan pengalaman hidup yang berbeda-beda sehingga membuahkan pemikiran yang berbeda pula. Yang pada akhirnya membentuk pemikiran objektif tentang apa yang kita anggap benar. Pemikiran, perasaan, permasalahan, sampai keputusannya pun pasti tidak akan sama. Apapun keputusan yang kita buat, selalu berdasarkan apa yang kita anggap paling benar. 


Tapi gue tidak ingin terjebak untuk merasa selalu benar karena gue sadar masih sering melakukan banyak kesalahan dan tidak semua orang bisa sepaham dengan gue. Yang penting gue selalu berusaha bersikap netral, selalu mencintai apa-apa yang gue jalani, dan menjalani hidup sesuai inginnya Tuhan. Begitu pun mereka, tidak sepenuhnya salah dan juga tidak selalu benar. Lalu siapa yang benar ? Siapa yang salah ? Siapa yang lebih sempurna ? Tak perlu judgemental. Itu urusan Tuhan ! 


Dua hal yang harus terus kita lakukan, introspeksi diri dan berbuat baik sebanyak-banyaknya. Karena framework hidup utuh seperti itu baru akan terbukti manfaatnya saat kita tiada :)