September 11, 2017

Have a Crush ? Tak Perlu Berkepanjangan


Tak ada salahnya kita memutuskan untuk menikah di usia muda. Sebab menikah itu baik dan ibadah yang mulia. Tapi kalau teman-teman masih ingat beberapa waktu lalu sempat beredar luas curahan hati seorang Dokter muda mendapati foto-foto sang suami bersama "teman akrabnya" tersebar dimana-mana, seketika itu juga gue jadi ikutan murka !


Pertama, si Dokter muda ini lagi hamil besar. Kedua, usia pernikahannya belum genap dua tahun, artinya belum terlalu lama. Ketiga, si dia yang baru itu sahabat mereka berdua. Gue jadi ingin bertanya langsung di depan wajah suaminya. Kalau belum ingin terikat komitmen, buat apa memaksakan diri menikah, lalu mendua ? Sudah tau selingkuh itu salah kenapa masih nekat melakukannya ?


Mr. & Mrs. Arif Purwono (Sakinah, Mawadah, Warohmah. Aamiin)


Buat gue, menikah itu bukan hanya menjaga perasaan pasangan kita tapi juga menjaga nama baik seluruh keluarga. Meski sudah hidup bersama selama bertahun-tahun, kita pasti akan memasuki fase baru sepaket dengan tantangannya. Kita akan banyak bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang baru yang mungkin secara fisik jauh lebih oke dari pasangan hidup kita, atau ia punya ilmu yang lebih luas dari pasangan hidup kita, atau ia lebih mandiri dari pasangan hidup kita, atau ia punya pemikiran yang sama dengan kita, bahkan ia lebih perhatian dari pasangan hidup kita. 



Mungkin benar awalnya tak ada niat apa-apa. Tapi tingginya intensitas bertemu, membuat mereka punya lebih banyak waktu bersama. Lalu mulai muncul rasa senang, mulai hadir rasa nyaman, mulai saling bercerita dan mendengarkan, tumbuh benih-benih cinta, kemudian semudah itu saling menggantungkan kebahagiaan. Hanya karena hal sepele, rumput tetangga nampak lebih hijau. Ah iyaa, manusia memang gampang terpesona. Kemudian kalau sudah mulai mengenal sisi negatifnya, seketika hilang rasa dan menyesal karena sudah melukai pasangan hidupnya (?) Semudah itu rasa yang datang, semudah itu juga rasanya akan hilang.  


Percayalah, cheating in marriage itu kerap kali dimulai dari sekedar "have a crush" atau rasa tertarik pada yang bukan pasangan hidup. Yap... semua berawal dari 'sekedar'. Sekedar makan bersama atau sekedar curhat, misalnya. Tak sedikit pula yang bilang kalau serong itu manusiawi ketika jenuh menghadapi masalah dalam rumah tangga. Perhatikan deh, mereka yang terlibat perselingkuhan pasti suka berbohong, suka menyalahkan keadaan, dan suka mencari pembenaran. 


Salah ? Ya iyalah ! Kalau itu dianggap hal yang biasa, coba deh dipikirkan lagi. Karena menikah itu bukan komitmen yang dibuat bersama pasangan hidup semata, ada Tuhan yang turut menyaksikannya. Meski Tuhan punya kuasa membolak-balik hati kita dan kita juga nggak pernah tau bagaimana takdir yang ditulis-Nya.


Manusia memang tempatnya khilaf. Tapi manusia dianugerahi akal dan nurani untuk lebih bermartabat. Mengerti mana yang baik dan mana yang tidak. Mana yang pantas dan mana yang tidak. Nggak akan ada hal baik yang kita terima dalam cinta yang curang selain rasa sakit. Maka jangan pernah bermain-main dengan "have a crush" meski sesaat. Sebab dalam sekejap dia bisa menghancurkan ikrar dan membakar habis semua hal indah yang telah susah payah dibangun bersama. Se-rasional apapun alasannya, cheating itu nggak pantas dibenarkan dan memilih berpisah itu cara yang paling dibenci Tuhan.


Semoga kita semua selalu dilindungi dan dijauhkan dari hal-hal buruk ~