August 28, 2017

Jangan Menunda


Sering menunda kerjaan ? atau memang hobi menunda-nunda ? Emak-emak (kayak gue) nih biasanya begitu dan tetap saja sering diulangi, hahahaaa. Mereka yang hobi menunda kerjaan kerap melontarkan alasan klasik, kalau nggak capek yaaa nanti sajalah masih banyak waktu. Padahal semua orang sama-sama (hanya) punya waktu 24 jam dan pasti juga sama-sama ngerasa lelah. Ya kaan ?


Well... meski tiap orang punya prioritas masing-masing dalam memulai aktivitasnya dan punya keterbatasan tenaga, kebiasaan menunda pekerjaan itu efeknya kurang baik. Kita akan kehilangan kesempatan untuk produktif dan menjauhkan kita dari perubahan yang lebih baik. Waah, bahaya ya :)


Lalu bagaimana cara menghilangkan kebiasaan menunda itu ? Simak tips dari gue ya genks :)












Buang Jauh-Jauh Rasa Malas


Hal paling besar yang menyebabkan pekerjaan jadi tertunda adalah MALAS !!! Lelah secara fisik setelah seharian penuh bekerja menurut gue itu hal yang lumrah kok. Semua orang yang berkegiatan dan padat aktivitas (apalagi menyangkut fisik) pasti akan capek. Lalu istirahat atau tidur menjadi opsi untuk menghilangkan lelah itu. Nah... disini kita harus hati-hati. Jangan sampai kebablasan istirahat atau tidur yang justru malah memunculkan rasa malas. Kalau sudah muncul rasa malas, bisa dipastikan pekerjaan yang harusnya bisa segera diselesaikan malah jadi tertunda-tunda. Bagaimana mengatasinya ? Istirahat secukupnya. Gue selalu paksakan diri untuk memulai aktivitas dan niatkan semua tugas sebagai bentuk ibadah. Lawan rasa malas itu. Jangan menunda-nunda apalagi malah berdiam diri.

Dan karena rahmat-Nya, DIA jadikan untukmu malam dan siang supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur pada-Nya (Surah Al-Qasas ayat 73)



Bangun Lebih Pagi


Beberapa dari kita mungkin ada yang sering terlambat datang ke kantor atau mengikuti kelas dengan alasan kesiangan. Mungkin karena kebiasaan bangun siang dan akhirnya beberapa pekerjaan malah ikut tertunda. Subuhannya terlambat, berangkatnya terburu-buru, barang yang penting dibawa malah tertinggal, dan pekerjaan yang mungkin sudah direncanakan sebelumnya malah tertunda atau terpaksa dibatalkan. Akibatnya pekerjaan itu menumpuk dengan pekerjaan lain. Akhirnya jadi seperti merasa kekurangan waktu karena harus mengerjakannya secara bersamaan. Coba deh untuk tidur cukup dan bangun di awal waktu. 

Bangun di awal waktu memang susah susah gampang ya. Kalau sudah terbiasa, lama-lama jadi enak. Biasanya untuk bisa bangun di awal waktu, gue berniat sebelum tidur. Lagi-lagi berniat bangun di awal waktu untuk ibadah. Bermanja-manjaan sama DIA diakhir sepertiga malam lalu kemudian berjalan kaki untuk ikut jamaah Subuh di masjid dekat rumah. Besar sekali manfaatnya. Menikmati matahari terbit. Mendapat udara yang segar dan sehat, yang sulit didapat kecuali di awal pagi. Udara sehat dan oksigen segar yang masuk ke tubuh akan membuat aliran darah jadi lancar. Hasilnya tubuh akan lebih sehat dan bersemangat. Betapa tidur cukup dan bangun di awal pagi berdampak besar terhadap produktivitas kita.

Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorang pun yang terbebani di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna maka lakukan lah yang mendekatinya. Perhatikan lah ada pahala dibalik amal yang selalu kontinue. Lakukan lah ibadah (secara terus menerus) di awal pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam (HR. Bukhari no 39)



Berusaha Disiplin


Hayoooo nih ibuk-ibuk pasti ilfeel kan menyelesaikan pekerjaan rumah yang sebenarnya pekerjaan itu tidak perlu dilakoni berulang kali dalam sehari. Menyapu rumah, membersihkan dapur, merapihkan meja makan, dan membereskan barang-barang yang berantakan. Tapi pekerjaan itu harus tetap dikerjakan demi kenyamanan seluruh penghuni rumah. Untuk mengatasinya, gue berusaha mantap kan niat untuk sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan rumah, tak peduli meski harus merasa lelah berkali-kali. Dalam kondisi seperti itu, niat dan disiplin punya peran sangat penting untuk tidak menunda-nunda dan bersegera untuk mengerjakannya.

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepadamu, 'berangkat lah untuk berperang pada jalan Allah' kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu ? apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat ? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) akhirat hanyalah sedikit (Surah At-Taubah ayat 38)



Jangan sampai tertutup pintu-pintu kebaikan yang banyak terbuka lebar di depan mata akibat rasa malas kita. Kalau kata Inces Syahrini 'hempaaaas manjaaah', buang jauh-jauh rasa malas itu. Sebelum datang masa dimana nggak berguna lagi apapun bagi kita kecuali apa yang sudah kita perbuat. Semoga bermanfaat temans :)