August 2, 2017

Karena Kita Tidak Bisa Memaksa Orang Lain Untuk Menyukai Kita


Tanpa disadari, gue sering mengharapkan orang lain punya pemikiran yang sama dengan gue dan berjalan seperti apa yang gue mau. Padahal jutaan hati dan otak manusia tak mungkin bisa sepenuhnya punya 'isi' yang sama, dan yang ada di kepala gue belum tentu satu frekuensi dengan yang ada di kepala mereka. Gue tidak bisa memaksa dan gue juga tidak suka dipaksa. Lalu ada Sang Maha pembolak balik hati manusia :)







Cerita sedikit... dulunya gue termasuk tipe orang yang nggak tegaan. Gue selalu berusaha melakukan sesuatu untuk cari aman, walau sometimes gue nya sendiri jadi nggak nyaman. Yaaah berharap mereka akan suka dan minimal gue bakal diperlakukan dengan hal yang sama. Tapi hidup ini memang penuh drama, semua orang punya potensi pandai berpura-pura. Padahal gue bukan orang yang perlu bertanggung jawab atas kebahagiaan mereka. Maka sekarang gue putuskan untuk menata diri dan berhenti (berusaha) membuat orang lain suka. Yang penting terus berbuat baik saja. Berlatih lebih banyak bersyukur untuk melakukan sesuatu dengan seimbang antara kata hati dan logika. Meminta yang terbaik menurut kehendak-Nya. 


Gue sadar, Tuhan menciptakan hidup ini penuh keseimbangan. Ada yang suka dan (mungkin) banyak juga yang tidak suka. Dan gue merasa jauh lebih baik ketika gue lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka yang menghargai daripada terlalu peduli pada mereka yang tidak menyukai. Terus berusaha berbenah diri. Karena pada akhirnya, tidak peduli sebanyak apapun hal baik yang gue lakukan, tetap ada hal buruk dari diri gue yang mereka ucapkan. Gue rasa gue bebas menjalani pilihan hidup gue yang sekarang. Gue hanya perlu terus berjalan....