June 11, 2017

Menata Perabotan dalam Rumah Mungil (Paviliun)


Tinggal di rumah yang kecil selalu punya tantangan tersendiri buat gue. Ruangan yang kecil bukan berarti tak layak dan tak nyaman untuk ditinggali. Areanya memang tak begitu luas, tapi kalau tau caranya, paviliun pun dapat memberi ruang privasi, tetap nyaman dan kondusif. Sebab banyak cara yang bisa kita lakukan agar perabotan dalam paviliun tertata rapi, ruangan terlihat lebih lapang, dan tidak mengganggu aktivitas penghuninya.


Nah... kali ini, gue ingin mengajak kalian untuk menengok ke dalam paviliun yang kami tinggali di Solo. Ikut jalan-jalan, yuk :)



Ruangan di Cat dengan Warna Cerah

Walaupun bukan satu-satunya hal yang dapat membuat efek lapang pada sebuah ruangan, tapi pemilihan warna dinding adalah hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran suami gue saat kami berdua pindah ke paviliun ini.


Nah, kami memilih warna orange terang dan putih untuk dinding dalam paviliun kami. Kedua warna ini cukup memberi energi positif untuk kami beraktifitas. Warna cerah dapat memantulkan panas dan juga dapat menyiasati ruangan dalam paviliun terasa lebih lapang. Yang paling penting, jendela di sisi kiri tempat tidur gue sebagai sistem ventilasi harus terbuka lebar agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.


Pemilihan Warna Dinding Harus Cerah Agar Ruangan Nampak Lebih Lapang



Jangan Menaruh & Menumpuk Banyak Barang di Kamar

Gue nggak terlalu suka menaruh & menumpuk banyak barang di kamar. Selain membuat kamar jadi pengap, kamar juga akan jadi mudah kotor dan berdebu. Semua barang-barang kecil yang ada dalam kamar, gue tata serapi mungkin agar tidak tertendang atau tersenggol.


Gue letakkan gulungan charger, kotak jam tangan, atau money box di atas sebuah meja kecil agar tidak berserakan. Kotak transparan gue manfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan aksesoris-aksesoris agar tidak tercecer. Hanya ada 1 tempat tidur, 1 kasur lipat, 2 lemari pakaian, dan 1 meja rias dalam kamar tidur. Lalu untuk menciptakan kesan lebar pada kamar, gue letakkan 1 buah cermin panjang. 











Menyusun Barang-Barang Dalam Satu Lemari Bertingkat

Gue menggunakan lemari terbuka bertingkat untuk meletakkan peralatan rumah tangga seperti toaster, rice cooker, juicer, mixer, setrika, dan toples kaca, termasuk koleksi sepatu-sepatu gue. Semuanya gue letakkan dalam satu lemari agar lebih efisien. Lemari ini gue letakkan dekat pintu masuk ruang tidur dan berfungsi juga sebagai tempat untuk menaruh kunci mobil atau kunci motor.






Menggabungkan Beberapa Ruangan Sekaligus

Jadikan satu ruang dalam paviliun sebagai ruang yang multi fungsi. Seperti ruang tamu dalam paviliun kami, biasa kami gunakan untuk menerima tamu dan berfungsi juga sebagai ruangan tempat kami berdua makan. Kami menyediakan satu meja duduk panjang yang biasanya kami gunakan sebagai meja makan dan juga meja kerja. Kalau ada tamu, yaaa tinggal pinggirkan aja mejanya ke sudut ruangan. Jadilah ruang tamu konsep lesehan, wkwk...





Manfaatkan Perabot Multifungsi

Berhubung kami sudah memiliki work space khusus tanpa harus menggunakan meja belajar yang kami punya, akhirnya kami gunakan meja belajar ini untuk menaruh makanan atau cemilan. Gue juga meletakkan peralatan makan yang sudah bersih disini. Bisa juga menjadi tempat menaruh buku. Meja belajar ini juga menjadi salah satu elemen multi fungsi yang ada dalam paviliun kami.





Dengan Kamar Mandi Bersih, Paviliun Jadi Jauh Lebih Nyaman

Tiap orang pasti menyukai kamar mandi yang bersih. Buat gue, kamar mandi juga menjadi bagian penting yang menggambarkan rapi dan bersihnya sebuah rumah secara keseluruhan. Dengan menyediakan ember kecil sebagai tempat menaruh peralatan mandi, resiko barang untuk terjatuh dan berceceran menjadi kecil. Gue juga selalu mengganti air dan membersihkan bak mandi satu minggu sekali untuk menghindari kandungan besi yang terdapat pada air. Meski nggak besar dan mewah, kamar mandi di paviliun gue harus selalu bersih agar membuat nyaman siapa pun yang menggunakannya.





Teras Sederhana

Teras paviliun kami memang nggak terlalu luas. Bagian ini juga jarang banget kami lalui. Jadi pada bagian teras nggak terlalu banyak yang gue ubah. Hanya sesekali gue sapu dan pel karena bagian ini cukup sering terpapar debu dan daun yang berjatuhan. Jendela teras juga tetap harus terbuka lebar agar volume udara luar yang masuk ke dalam paviliun menjadi semakin banyak untuk menggantikan udara dari dalam.





Sederhana dan gampang banget, kan ??? Selamat Mencoba :)