June 8, 2017

Look at Yourself & Let's Be Happy


Hey... How good has your life been so far ??? Karir mapan, hidup terpandang, banyak uang, hingga membuat banyak orang segan. Namun menjalani hubungan sosial dan rumah tangga kerap merasa berjalan sendirian dan tertekan ??? Akhirnya membuat kesimpulan bahwa penyebab semua hal negatif itu karena orang-orang di sekitar. Ujung-ujungnya menyalahkan keadaan dan memilih untuk berpura-pura bahagia. 


It's not the circumtances that breaks you down. Kita butuh menengok dan bertanya pada diri sendiri. Apa semua perbuatan yang kita lakukan sudah didasari niat yang benar ? Apa perkataan yang kita keluarkan itu benar ? Apa kita pernah mengambil hak orang lain secara sadar ? Apa kita sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita secara total ? Apa kita sudah menjadi teman atau partner hidup yang ideal ? Ini yang paling penting, apakah vertical relationship kita dengan Tuhan sudah dijalankan dengan maksimal ? 


Photo by Google


Gue ingin sedikit bercerita. Seseorang pernah memberi gue tantangan. Dia bilang, kalau gue bisa membuat si dia benar-benar tertawa lepas, itu artinya gue satu-satunya orang yang berhasil 'mengembalikan' kebahagiaannya. What ???!!! Seriously ??? It makes me confused. Gue justru berfikir, segitu nggak bahagiakah si dia sampai-sampai tertawa aja susah ??? Segitu beratkah masalah hidupnya ???


Mungkin iya, terlalu berat si dia memikul masalah hidupnya seorang diri. Karena nggak semua orang beruntung memiliki lingkungan sosial atau keluarga yang saling support satu sama lain. Nggak semua orang beruntung memiliki teman atau saudara yang peka dan besar empatinya terhadap apa yang kita butuhkan. Nggak semua orang beruntung memiliki partner hidup yang nyaman untuk berbagi cerita, dengan sabar mendengar keluh kesah kita, bahkan membuat kita bertambah baik. 


Mungkin juga nggak, karena kita sendiri yang mampu bikin hidup kita benar-benar bahagia.  I'll do anything to makes me and the people closest to me happy. Gue akan lakukan hal berguna apapun yang bisa bikin gue dan orang-orang di sekitar gue merasakan manfaat keberadaan gue. Gue akan makan apapun dan pergi kemana pun ke tempat yang gue suka. Gue pun sadar, nggak semua yang gue inginkan bisa terwujud. Yang pasti gue akan menghindari orang-orang yang selalu pesimis terhadap kemampuan gue agar hidup gue bisa berjalan lebih damai. Just go away from the people who put me down. 


So where do you find that peace and true happiness ??? Beri waktu kita hanya untuk mereka yang benar-benar mendukung kita, mereka yang benar-benar memahami keadaan kita, mereka yang menyemangati kita saat dalam keadaan terburuk sekali pun, mereka yang membantu meringankan tugas-tugas kita, mereka yang bisa membuat kita berkembang jadi pribadi yang lebih baik. Bukan mereka yang seringnya datang demi cari keuntungan.


Beri waktu pada diri sendiri untuk tenggelam bersama hobi, untuk mengakui kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, untuk nggak menggantungkan kebahagiaan pada siapapun, untuk bersyukur bahwa banyak orang di luar sana yang ingin punya kehidupan sebaik hidup yang kita jalani, untuk berterima kasih karena masih diberi hidup dan kesempatan untuk beribadah hingga detik ini. Hahaaa, it reminded me that just being in my room with writing on my blog makes me happy, as simple as that.  


Pasti kita akan melewati fase kecewa, malu, sedih, marah, dan jenuh saat semua yang sudah kita lakukan dianggap sia-sia dan nggak ada artinya bagi orang lain. Kita jadi rapuh. I've ever felt that. Namun akhirnya itu yang justru buat gue makin kuat dan makin menghargai hidup. Buat gue makin yakin, apa dan siapa yang pantas gue perhatikan, apa dan siapa yang pantas gue abaikan. Percaya aja, pada akhirnya semua niat dan hal baik yang kita lakukan, akan kembali ke diri kita sendiri. Kalau nggak di dunia ini, ya berarti di alam abadi nanti. That's what I believe. Bukan kah sebaik-baiknya hidup adalah hidup penuh manfaat dan buat diri kita menjadi jauh lebih baik ???



Just a Self Love Reminder and for you maybe :)