May 24, 2017

Eksistensi Dosen & Mahasiswa Masa Kini


Sebagai seorang pengajar yang kerap kali tampil di depan mahasiswa, seorang dosen tentu punya stigma khusus yang terbentuk seiring berjalannya waktu. Dari caranya berbicara, caranya berpakaian, maupun caranya menyampaikan materi perkuliahan. Meski tiap mahasiswa punya penilaian yang berbeda-beda.


Nah... ternyata untuk mencapai keberhasilan sebuah studi, bukan hanya mahasiswa yang dituntut wajib aktif dan menyelesaikan seluruh tugas-tugasnya. Dosen juga harus menjadi seorang pengajar yang berhasil. Banyak dosen idealis yang nyatanya "gagal" karena terlalu fokus meningkatkan perkembangan karir-nya. Karena itu Dosen juga harus paham betul bagaimana eksistensi dirinya sebagai seorang pengajar kalau ingin disegani, dihargai, dan jadi magnet bagi mahasiswa masa kini.



Kitab Sakti Pak Arif

Pak Arif Sebagai Partisipan dalam Seminar Internasional 




Dosen yang Berpenampilan Rapi dan Wangi

Meski mengajar di program studi yang kebanyakan mahasiswa-nya kaum adam, dosen tetap wajib menjaga penampilannya. Kalau secara penampilan sudah good looking, pakaiannya rapi dan wangi, artinya ia benar-benar mempersiapkan dirinya untuk mengajar. Ini akan membuatnya nampak lebih profesional, berkelas, dan memberi kesan yang baik sebagai seorang dosen. Sehingga mahasiswa atau teman se-profesi pun akan memiliki persepsi positif tentangnya.



Dosen yang Disiplin dan Kharismatik

Saat mahasiswa sudah berupaya untuk datang dan mengumpulkan tugas tepat waktu, dosen juga wajib mengimbangi dengan hal yang sama. Terkadang banyak mahasiswa sama sekali tidak melihat dosen dari seberapa luas pengetahuannya dan seberapa banyak prestasinya, namun mahasiswa justru lebih segan dan menghargai seorang dosen dari atensi-nya terhadap waktu, kepedulian-nya terhadap kesulitan mahasiswa dan berusaha menemukan solusinya. Meluangkan banyak waktu untuk diskusi dan bersedia menerima masukan konstruktif. Ini penting agar mahasiswa mudah menerima materi yang disampaikan. Jangan sampai membuat mahasiswa berkali-kali mengganti judul dan terpaksa mengganti pembimbing. Itu hanya akan membuat waktu dan biaya yang dikeluarkan semakin berlipat-lipat. Ingat ! Tidak akan pernah nampak hebat seorang dosen yang hobinya mempersulit mahasiswa :)


Dosen yang Kreatif dan Interaktif

Dosen semacam ini memang agak sedikit ditakuti mahasiswa. Namun menjadi dosen yang interaktif juga diperlukan, agar mahasiswa mempersiapkan diri sebelum mengikuti kelas dan bisa memberi feedback sesuai dengan materi yang disampaikan. Untuk bisa menjadi dosen yang interaktif, dosen harus memiliki bekal kreatif untuk mencegah bosannya mahasiswa saat menerima materi. Dosen harus punya cara mengajar yang asyik dan mudah dipahami. Mengawali kelas dengan pembahasan di luar bidang studi, membuka diskusi agar mahasiswa berpartisipasi secara aktif, atau dengan pemanfaatan media digital dan audiovisual. Sehingga mahasiswa akan mudah eksplorasi mandiri dan mengerjakan tugas sesuai orientasi dosen. Dosen juga tidak perlu gengsi bertukar ide atau pemikiran dengan mahasiswa, karena terkadang mahasiswa juga mempunyai ide yang lebih kreatif dari dosen loh :)



Tentunya sistem pengajaran yang baik menurut dosen dan versi mahasiswa memang berbeda-beda. Tergantung juga bagaimana karakter dosen dan mahasiswa-nya. Jika hubungan antara mahasiswa, dosen, jajaran akademik, dan supporting system lainnya sudah berhasil dibangun dengan baik, menuju kampus berskala internasional pun rasanya tidak mustahil bisa terwujud.