December 1, 2014

Kuliner Menyatukan Kita



Punya hobi makan memang asyik. Apalagi jika tidak memiliki pantangan kesehatan terhadap makanan tertentu. Lidah selalu berani diadu dengan menu makanan atau minuman baru, berbeda, dan lain dari biasanya. Belum lagi jika kita juga doyan jalan-jalan dan duduk santai dengan teman, mencari tempat makan yang menunya memanjakan lidah sekaligus suasananya nyaman untuk bercengkrama. Seperti kami...



Gue, Zeni, dan Hamid... Sama-sama pecinta makanan berkuah dan pedas. Soto, bakso, dan mie olahan kita suka. Walau tidak bakal menolak juga sih kalau disodori makanan penggugah selera lain, LOL. Bagi kami bertiga, kebersamaan itu yang utama. Karenanya, kami selalu mengusahakan kongkow bareng sambil makan enak. Disinilah momen share and care itu tercipta...







Zeni doyan sekali makan Ramen, Mie khas Jepang yang terbuat dari terigu dan umumnya tebal-tebal. Kedai ramen yang sering kami kunjungi bernama Jiraiya Ramen di Jalan Raya Nginden Intan dan tutup setiap Jumat. Jadi... yakin banget lah ya kalau Zeni ngajak kuliner dapat dipastikan bukan dihari Jumat, LOL


Berbagai macam ramen ada di sini dan harganya pun terjangkau. Lokasinya yang juga berdekatan dengan sebuah minimarket memudahkan kami untuk membeli minuman pembuka sambil menunggu ramen dihidangkan. Tips... saat sedang berpuasa sebaiknya datang jangan terlalu dekat dengan waktu berbuka, antrinya itu loh :( 


Lain Zeni, lain lagi si Hamid. Dia paling suka mengajak kami berburu berbagai macam Soto. Selain karena dia Arek Suroboyo penggemar berat Soto, tempat langganan kami menyantap Soto pun memang cukup tersohor, Soto Lamongan Cak Har. Setiap mampir, di antara soto yang terhidang kami selalu memesan semangkuk remah tulang dan kol sebagai tambahan ekstra, kesukaan kami. Kadang kami terpaksa harus kecewa karena pesanan ekstra kami sudah habis, kalau sudah begini si Zeni yang ngamuk-ngamuk sih LOL. Rasa sotonya cukup enak walau tanpa tambahan koya, ditambah lagi beberapa butir kecil telur muda. Di sini juga tersedia jajanan tradisional seperti jadah bakar, lemper, kue lapis, pukis, dan lainnya. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui judulnya. Makan soto iya, bungkus jajanan lagi juga iya. Kalau ini sih, gue banget wkwk.


Gue sih nurut saja kemana pun mereka menculik gue, karena kesempatan untuk lama bercengkerama dengan mereka sangat terbatas. Namun, sesingkat apapun pertemuan kami selalu berakhir dengan perut kenyang dan hati senang. 


Ada tiga mangkuk ramen sebagai penembus dimensi rindu dan wadah pendengar setia tiga orang dengan tiga bumbu cerita berbeda ; tentang hidup, keluarga, masa depan. Ada tiga mangkuk soto dengan ekstra canda dan tawa. Karena sesering apapun kami makan ramen dan soto di tempat yang sama, sesering itulah keinginan kami untuk selalu bisa bertemu dan berbagi cerita.





Because eating is so intimate also clearly stating how close I'm to them :)




Ada tips spesial dari kami bagi teman-teman pecinta kuliner :
  • Saat kuliner bersama banyak teman, sebaiknya diskusikan dulu lokasi tujuan kuliner biar nggak bingung dan ribet. 
  • Carilah tempat makan yang ramai. Pengalaman kami, tempat makan yang ramai biasanya punya beberapa kemungkinan. Ramai karena memang rasanya nendang langit, harganya terjangkau, dan excellent service.
  • Walau berburu makanan murah meriah jangan lupa kebersihan lokasi tempat makan juga perlu diperhatikan, ya. Karena kebersihan lokasi biasanya mencerminkan kebersihan makanan yang disajikan.