September 12, 2014

Museum Mendekatkan Manusia pada Sejarah dan Budaya Negerinya


Selamat Datang di Museum Mpu Tantular




Transport mudah gue temui membawa gue menuju Museum Mpu Tantular yang terletak di Jalan Buduran Raya, Sidoarjo. Cukup dengan menumpang angkutan umum (Lyn) JSP dari Jalan Ahmad Yani, Surabaya dan membayar enam ribu rupiah, gue hanya tinggal menyebrang Jembatan Layang Buduran berjalan kaki kurang lebih seratus meter untuk sampai ke Museum.


Tiket masuk Museum hanya dibanderol sebesar Rp. 4.000. Kaki ini pun lantas leluasa memburu masuk ke Gedung Pameran Museum yang di dalamnya mata disuguhi beragam koleksi peninggalan wujud kebudayaan masa lampau yang memberikan informasi tentang perjalanan sejarah budaya Indonesia seperti batu-batu peninggalan Jaman Megalitikum (dahulu berfungsi sebagai bahan baku pembuatan perhiasan) dan arca yang ditempatkan pada lemari kaca besar, Meriam Lela, Thuk-thuk (kendaraan roda tiga warga Thailand yang bentuknya seperti bajaj), Tempayan Myanmar (wadah air minuman keras pada jamannya), Sepeda Kayu, Telepon Meja, Koleksi Emas, Koleksi Batik dari beberapa daerah di Jawa Timur, mainan tradisional Dakon, dan Koleksi Arkeologi lainnya. Kedatangan gue disambut oleh Mahasiswa Antropologi UB yang sedang kerja praktik. Selain karena kunjungan mendadak dihari kerja dan langit juga sedang panas-panasnya, nggak satu pun nampak pengunjung lain selain gue itu, wkwk...



Meriam Lela

Kain Batik khas Daerah di Jawa Timur

Tempayan Myanmar

Batu Kalsit dan Batu Agat


Arca Jaladrawa



Perjalanan saya lanjutkan ke Galeri Von Faber yang terletak dekat dengan Gedung Pameran Utama Museum. Ketika masuk, suasana di dalamnya mengingatkan saya pada Galeri Pakaian Nusantara yang terdapat di Jawa Timur Park. Di Galeri Von Faber ini pun serupa, terdapat koleksi pakaian adat nusantara khususnya pakaian adat Jawa.



Galeri Von Faber



Masih dalam satu areal Museum Mpu Tantular, terdapat pula Gedung Pameran Tuna Netra, Gedung Preparasi, Laboratorium Konservasi, Perpustakaan dan Mushalla. Serta beberapa bagian Musium yang sedang dalam proses perluasan dan perbaikan. 


Museum Mpu Tantular merupakan Lembaga Kebudayaan yang didirikan oleh GH Von Vaber, seorang Surabaya keturunan Jerman, pada tahun 1933 yang kemudian baru diresmikan pada tahun 1937. Sempat mengalami beberapa kali perpindahan lokasi di Surabaya dikarenakan semakin bertambahnya jumlah koleksi Museum yang kemudian menempati lokasi tetap di Sidoarjo. Pemilihan nama Mpu Tantular sendiri sebagai nama bagi Museum dikarenakan beliau adalah seorang Tokoh Ahli Bahasa (Pengarang Kitab Sutasoma) dari Jawa Timur.


Manusia, sejarah, dan seni budaya memiliki kaitan yang erat dengan Museum. Memiliki ruang khusus untuk mengingatkan dan melestarikan sisa kejayaan masa lalu serta sarana pendidikan yang baik bagi manusia. Banyak orang yang terlibat mempertahankan dan mengembangkannya. Hingga museum menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan manusia pada sejarah negerinya. Inilah yang kemudian membuat tinggi antusiasme saya ketika berkunjung ke Museum. Bertemu dengan mereka yang sama-sama ingin bernostalgia tentang sejarah negerinya.



Patung Primitif











Museum Mpu Tantular

  • Lokasi : Jalan Buduran Raya, Sidoarjo
  • Buka : Selasa & Kamis pukul 8 am - 3 pm ; Jumat pukul 8 am - 2 pm ; Sabtu & Minggu pukul 8 am - 1 pm ; Senin tutup